YOGYAKARTA –swarahatirakyat.com
Semangat pengabdian kepada bangsa mewarnai pelaksanaan Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027. Perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini kembali membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang pertanahan dan tata ruang.
Pelaksanaan seleksi yang berlangsung pada 1–4 Juli 2026 di Kampus Politeknik Agraria STPN, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta pada 2 Juli 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN di Cikeas, Kabupaten Bogor, diikuti sebanyak 2.114 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Di balik ketatnya persaingan, para calon taruna dan taruni menunjukkan optimisme serta tekad kuat untuk mengabdikan diri kepada bangsa melalui profesi di bidang pertanahan dan tata ruang.
Salah seorang peserta, Aditya Rahman (17), asal Bandung, Jawa Barat, memilih Program Studi Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP). Menurutnya, Indonesia memiliki potensi wilayah yang sangat besar sehingga membutuhkan penataan ruang yang berkualitas agar dapat dimanfaatkan secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Saya tetap semangat dan optimis dalam mengikuti ujian kali ini karena saya ingin mengabdi untuk Indonesia, khususnya di bidang tata ruang yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan akan sangat disayangkan jika potensi itu tidak dimanfaatkan dengan baik," ujar Aditya.
Demi mewujudkan cita-citanya, Aditya mempersiapkan diri dengan mempelajari materi matematika, pengetahuan umum, hingga dasar-dasar pertanahan. Ia juga aktif menggali informasi mengenai Politeknik Agraria STPN serta berdiskusi dengan para senior untuk memperdalam pemahamannya.
Usai mengikuti ujian, Aditya mengaku sempat merasakan ketegangan. Namun, ia menilai sebagian besar soal masih sesuai dengan materi yang dipelajarinya, meski peserta dituntut lebih teliti dalam memahami soal-soal berbentuk narasi.
Semangat serupa juga ditunjukkan Malika Putri Aprilia Permana (18), calon taruni asal Karawang, Jawa Barat, yang memilih Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT).
Baginya, bidang pertanahan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat karena seluruh aktivitas manusia tidak terlepas dari tanah.
"Menurut saya, tanah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Semua yang kita lakukan berawal dari tanah dan pada akhirnya kembali ke tanah. Karena itu, saya ingin mempelajari bidang pertanahan lebih dalam," ungkap Malika.
Malika mengaku telah mempersiapkan diri sejak duduk di bangku kelas XII dengan belajar secara rutin setiap hari serta mengerjakan berbagai latihan soal sebagai bekal menghadapi seleksi.
Meski menemukan beberapa soal yang berbeda dari materi yang dipelajarinya, Malika menilai tantangan terbesar justru berasal dari dirinya sendiri, yakni mengatasi rasa takut saat menghadapi ujian.
"Tantangan terbesar bukan dari soal ujiannya, tetapi bagaimana saya bisa mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Saya optimis dan saya berusaha tetap percaya diri," katanya.
Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 merupakan bagian dari komitmen Kementerian ATR/BPN dalam mencetak generasi profesional yang kompeten, berintegritas, dan siap mendukung pembangunan nasional di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.
Peserta yang dinyatakan lolos pada tahapan seleksi ini akan melanjutkan proses seleksi berikutnya, meliputi tes kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara. Hasil akhir akan menentukan calon taruna dan taruni yang berhak menempuh pendidikan di Politeknik Agraria STPN pada Tahun Akademik 2026/2027.(clara)
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.