Hadiri Pengukuhan MUI NTB, Menteri Nusron Tekankan Prinsip Kebermanfaatan dalam Pengabdian

Hadiri Pengukuhan MUI NTB, Menteri Nusron Tekankan Prinsip Kebermanfaatan dalam Pengabdian

MATARAM, NTB /swarahatirakyat.com
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Pengukuhan dan Silaturahmi Kebangsaan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Masa Khidmat 2025–2030. Dalam momentum tersebut, ia menekankan pentingnya menjadikan prinsip yanfa’unnaas—yakni memberikan manfaat bagi sesama manusia—sebagai fondasi utama dalam setiap bentuk pengabdian.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Islam Negeri Mataram ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh agama, akademisi, serta masyarakat. Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan, mencerminkan sinergi antara ulama dan umara dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Dalam sambutannya, Menteri Nusron menyampaikan bahwa nilai kebermanfaatan merupakan prinsip universal yang harus menjadi pedoman dalam setiap peran dan profesi. Menurutnya, kontribusi nyata kepada masyarakat menjadi ukuran utama keberhasilan pengabdian.

> “Segala sesuatu yang memberikan manfaat bagi umat manusia akan bertahan di muka bumi. Karena itu, melalui MUI, mari kita bersama-sama berikhtiar dan berkhidmat untuk menghadirkan kebermanfaatan di bidang masing-masing,” ujarnya.



Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peran MUI sangat strategis dalam menjaga keseimbangan antara nilai-nilai keagamaan dan kehidupan berbangsa. MUI diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan panduan moral, memperkuat moderasi beragama, serta menjaga persatuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Menteri Nusron juga mengajak seluruh jajaran MUI NTB yang baru dikukuhkan untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah dan lembaga lainnya. Sinergi tersebut dinilai penting dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun keagamaan.

Pengukuhan kepengurusan MUI NTB masa khidmat 2025–2030 ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran ulama dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Dengan mengedepankan prinsip kebermanfaatan, MUI diharapkan mampu menghadirkan solusi yang konstruktif bagi masyarakat, sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keislaman secara seimbang.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi kebangsaan, memperkuat komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang rukun, maju, dan berkeadilan.(clara)
Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.