Festival Pentas Seni dan Musik Daerah Meriahkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Satukan Komitmen Lestarikan Alam dan Budaya di Dairi
Sidikalang, Dairi – swarahatirakyat.com
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Dairi berlangsung meriah melalui Festival Pentas Seni dan Musik Daerah yang mengusung tema "Merajut Persaudaraan Menuju Kemajuan" dengan slogan "Lestarikan Alam, Lestarikan Budaya". Kegiatan yang disponsori oleh PT Dairi Prima Mineral (DPM) ini menjadi wadah memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus melestarikan kekayaan budaya lokal yang diadakan di gedung djauli manik (5/6/2026)
Festival tersebut diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Pemangku Hak Ulayat Pakpak Dairi (FKPHUPD) dengan Saut Martua Ujung sebagai Ketua Umum dan Aslim Padang sebagai Ketua Panitia.
Acara dihadiri oleh General Manager PT Dairi Prima Mineral beserta jajaran, Wakil Bupati Dairi, Wakapolres Dairi, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Pemuda Olahraga Kabupaten Dairi, Ketua MUI Kabupaten Dairi, tokoh perempuan Dairi Delphi Masdiana Ujung, Paguyuban Pasundan, Persatuan Pemuda Pakpak Silima Suak, GRIB Jaya, Laskar Merah Putih, perwakilan partai politik, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Ketua Panitia Aslim Padang dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengangkat dan melestarikan budaya Pakpak serta budaya daerah lainnya sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Dairi.
"Budaya harus kita angkat bersama sebagai kekayaan yang diwariskan kepada generasi mendatang. Melalui festival ini kita menunjukkan bahwa budaya tetap hidup dan menjadi perekat persaudaraan di tengah masyarakat," ujarnya.
General Manager PT DPM, David, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival yang menggabungkan pesan pelestarian lingkungan dengan penguatan nilai-nilai budaya.
"Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk menjaga lingkungan sekaligus mempererat hubungan antarsesama masyarakat. Atas nama PT Dairi Prima Mineral, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini," katanya.
Menurut David, pelestarian lingkungan dan budaya merupakan dua aspek yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.
"Bagi kami, melestarikan budaya sama artinya dengan menjaga identitas dan kearifan lokal masyarakat. Alam dan budaya memiliki hubungan yang sangat erat. Melalui pentas seni yang menampilkan keberagaman etnis dan budaya, kita belajar menghargai harmoni dalam kehidupan bermasyarakat," ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga lingkungan dan budaya sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Wakil Bupati Dairi menyampaikan apresiasi kepada FKPHUPD dan PT DPM yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, festival ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Dairi yang saat ini tengah menggalakkan gerakan penghijauan dan penanaman pohon di berbagai wilayah.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mampu menggabungkan semangat pelestarian lingkungan dengan penguatan budaya daerah. Pemerintah Kabupaten Dairi juga terus mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha dan investor, dalam pembangunan yang berkelanjutan," ujarnya sebelum secara resmi membuka festival.
Ketua Umum FKPHUPD, Saut Martua Ujung, yang hadir didampingi pemangku adat dari 19 marga serta perwakilan organisasi kemasyarakatan, mengatakan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga alam dan budaya.
"Kegiatan ini mengajak kita semua untuk semakin peduli terhadap lingkungan hidup sekaligus menjaga warisan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Pakpak dan Dairi secara umum. Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Dairi Prima Mineral atas dukungannya terhadap terselenggaranya festival ini," kata Saut.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Dairi mendukung investasi yang memberikan manfaat bagi daerah serta memperhatikan aspek lingkungan dan sosial budaya masyarakat.
Festival semakin semarak dengan penampilan seni dan musik daerah dari berbagai komunitas budaya. Penampilan peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Delphi Masdiana Ujung, Samuel Pinem, dan Heddy Sianturi.
Berbagai tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pimpinan organisasi yang hadir menyampaikan dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan dan budaya yang berjalan beriringan. Mereka menilai bahwa keberadaan investasi yang memperhatikan aspek keberlanjutan dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya di Tanoh Pakpak Dairi.
Melalui Festival Pentas Seni dan Musik Daerah ini, semangat menjaga lingkungan hidup tidak hanya diwujudkan melalui aksi nyata, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai budaya sebagai fondasi pembangunan yang harmonis, berkelanjutan, dan berkeadaban.(clara)
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.