Tasikmalaya, SHR /// Pengurus dan 12 anak asuh LKSA Hasanah Kautsar melaksanakan program ketahanan pangan berbasis integrated farming di Kawalu, Tasikmalaya.
Program ini menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam meningkatkan kemandirian pangan, kualitas gizi, serta kemandirian ekonomi anak asuh.
Kegiatan dilaksanakan di lingkungan panti dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal.
Ketua pengurus menyebutkan, program ini juga bertujuan membentuk generasi yang mandiri, produktif, dan berkarakter.
Integrated farming atau pertanian terpadu menggabungkan sektor tanaman, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem berkelanjutan.
Konsep ini tidak hanya fokus pada pemenuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pelatihan bagi anak-anak asuh.
Program tersebut mencakup budidaya ayam petelur, ikan lele dan nila, serta penanaman sayuran hijau.
Saat ini, panti memiliki 12 ekor ayam petelur sebagai sumber kebutuhan harian.
Selain itu, terdapat sekitar 1.000 ekor ikan lele yang dibudidayakan sebagai sumber protein hewani.
Pemanfaatan lahan sempit dilakukan melalui sistem polybag dan hidroponik untuk menanam sayuran.
Anak-anak juga dilibatkan dalam pengelolaan sampah organik yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Mereka diajarkan mulai dari pengadaan bibit, perawatan, hingga proses panen secara bertahap dan terstruktur.
Melalui program ini, sebagian kebutuhan pangan panti terpenuhi secara mandiri sekaligus membekali anak asuh dengan keterampilan hidup untuk masa depan. (*)

0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.