Dirut RSUD Sidikalang: IGD Harus Cepat, Humanis, dan Komunikatif, Pasien Jangan Merasa Diabaikan

Dirut RSUD Sidikalang: IGD Harus Cepat, Humanis, dan Komunikatif, Pasien Jangan Merasa Diabaikan
SIDIKALANG//swarahatirakyat.com
Direktur RSUD Sidikalang, dr. Benny Christoni Purba, menegaskan bahwa pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) harus mengedepankan kecepatan, ketepatan, serta pendekatan yang humanis. Setiap pasien yang datang dalam kondisi darurat berhak memperoleh penanganan medis yang responsif, profesional, dan penuh empati.
Menurut dr. Benny, seluruh tenaga kesehatan di IGD dituntut tidak hanya unggul dalam kompetensi klinis, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang efektif dengan pasien dan keluarganya. Sikap ramah, santun, dan informatif merupakan bagian tak terpisahkan dari pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“IGD adalah garda terdepan pelayanan rumah sakit. Karena itu, setiap petugas harus mampu merespons dengan cepat, menunjukkan empati, serta menjalin komunikasi yang jelas dan menenangkan kepada pasien maupun keluarga,” tegas dr. Benny saat berbincang dengan awak media.

Ia menekankan, komunikasi terapeutik memiliki peran penting dalam menciptakan rasa aman, menurunkan kecemasan, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit. Dalam situasi kegawatdaruratan, keluarga pasien membutuhkan informasi yang akurat, transparan, dan mudah dipahami mengenai kondisi pasien serta tahapan penanganan yang sedang dilakukan.

Lebih lanjut, dr. Benny menjelaskan bahwa sistem rujukan antar-rumah sakit di Indonesia kini telah terintegrasi secara nasional melalui aplikasi rujukan daring. Proses rujukan hanya dapat dilakukan setelah rumah sakit tujuan memberikan persetujuan atau approval melalui sistem tersebut.

“Jika terdapat jeda waktu dalam proses rujukan, hal itu umumnya terjadi karena masih menunggu persetujuan dari rumah sakit penerima. Jadi, perlu dipahami bahwa pasien bukan ditelantarkan, melainkan sedang menjalani prosedur sesuai standar sistem rujukan nasional,” jelasnya.

Selain itu, sebelum pasien dipindahkan ke ruang perawatan atau dirujuk ke fasilitas kesehatan lain, diperlukan sejumlah pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan laboratorium, radiologi, dan evaluasi medis lanjutan. Langkah ini penting untuk memastikan diagnosis yang akurat sekaligus menentukan tata laksana yang paling tepat.

Dr. Benny berharap seluruh jajaran IGD terus memperkuat budaya pelayanan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Kecepatan tanpa empati akan terasa dingin, sementara empati tanpa tindakan cepat tidak cukup. Keduanya harus berjalan beriringan agar pelayanan kesehatan benar-benar memberikan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan bagi masyarakat,” pungkasnya.(clara)
Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.