Medan, SHR - Jamaah Masih PerlukanKelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) masih diperlukan untuk pendamping jemaah dalam melaksanakan perjalanan haji di Tanah Suci baik di Mesjid Nabawi Madinah maupun kota Makkah, Arab Saudi.
"Jadi, tak ada yang namanya haji mandiri, seseorang naik haji tanpa lebih belajar dari manasik yang diselenggarakan KBIH dalam waktu tertentu setiap bulannya. Bagaimana mungkin, seseorang yang tidak mengetahui apa-apa, bisa mengerjakan yang sunnah dan wajib di Tanah Suci," kata Pimpinan KBIHU Al-Multajam, Ustadz H.Syafi'i Siregar, SH didampingi Direktur KBIHU Multajam DR.Hj.Alya Rahmayani Siregar. M.S.Sos pada wartawan di Asrama Haji Medan, Minggu sore,(26/4/2026).
Pengecualian bisa saja terjadi, lanjut Syafi'i, jika seseorang yang buta pengetahuan itu mendapat Wahyu dari Allah SWT dan bisa melaksanakan ibadah haji dengan arahan Nya.
Menurut Syafi'i, KBIH Al Multajam melaksanakan manasik haji selama 6 bulan kepada jemaah yang sudah ada porsi haji maupun yang belum mendapat porsi haji, ujarnya.
"Manasik dilakukan 3-4 kali setiap bulannya dengan pembimbing haji yang namanya sudah dikenal masyarakat," ucapnya seraya menambahkan bahwa KBIHU Multajam memberangkatkan 150 jemaah yang tergabung dalam kloter 3 bersama jemaah Tapanuli Selatan.
Saat ditanya apa kiat bisa mempertahankan bimbingan haji tersebut, Ustadz Syafi'i mengatakan, hal itu berkat doa jemaahnya yang berada di sejumlah kabupaten/kota Sumut. "Setiap bulannya, KBIH Multajam, melaksanakan Umroh 2 - 3 kali," katanya seraya mendoakan selain Sumut tetap kondusif dan masyaralatnya bertambah sejahtera, juga jemaah di kloter ini menjadi haji yang mabrur dan hajah mabrurah. (Globalcybernews/Bahren)

0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.