Labuhanbatu Utara "SHR" Banjir yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera Utara Bukanlah di akibatkan pembalakan liar (ilegalloging) melainkan akibat curah hujan yang sangat tinggi dan cuaca ekstrim di beberapa wilayah Sumatera utara, pada 25 hingga 28 November 2025.
Menurut analisis pak Wamen dalam konferensi pers Jumat 28/11/2025 yang di sampaikan Dwi Januanto Diejen Gakkum Kemenhut bahwa banjir dan longsor yang telah menyebap kan kayu kayu berhayutan menimpah beberapa wilayah Sumatra Utara mungkin akibatkan curah hujan yang sangat deras hingga membuat kayu berhayutan.
Akibat cuaca ekstrim pohon bayak yang suda lapuk hingga tumbang dan terseret air ke pemukiman masyarakat
Menurut Wamen, kayu yang berserakan merupakan kayu lapuk yang terbawa air, dan kayu tumbang akibat cuaca ekstrim dan hujan yang sangat deras hingga menyebabkan longsor.
Dalam musibah Banjir bandang dan longsor yang ada diwilayahnya Sumatra seperti Sibolga sipirok,Padang sidimpuan mengakibatkan banyaknya kayu kayu berhanyutan mungkin ini di akibatkandan bayaknya kayu kayu yang menumpul di tempat penebangan, kita diteksi bahwa itu dari PHAT ( Pemegang Hak Atas Tanah)di areal pegunungan lain APL .
"Nah diarea penebangan yang kita diteksi dari PHAT itu adalah APL yang secara mekanisme untuk kayu yang tumbuh alami itu mengikuti regulasi dalam sistim informasi penataan hasil kehutanan. Ucap Dwi Januanto ( Ewin)


0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.