PBB Gulirkan Poros Baru Jelang pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden

JAKARTA, SHR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan membuka pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden pada 4-10 Agustus bulan ini. Meski durasi waktu yang semakin pendek namun hingga saat ini belum ada satupun partai politik yang mendeklarasikan capres dan cawapresnya.
Baik itu Joko Widodo maupun Prabowo, dua petahana capres 2014 yang akan kembali bertarung di pilpres 17 April 2019 mendatang.
Setelah Partai Demokrat merapat ke Gerindra atau Prabowo, Partai pimpinan Yusri Izha Mahendra yakni Partai Bulan Bintang (PBB) akan memunculkan munculnya poros Islam di Pilpres 2019. Poros itu diisi PBB bersama PAN-PKS-PKB. Namun, apakah hal itu memungkinkah, politik selalu ada jalan.
Kepada wartawan, Ketua DPP PBB Sukmo Harsono menyebut mudah saja bagi PBB, Gerindra, PKS, dan PAN memutuskan pasangan capres-cawapres berdasarkan rekomendasi Persaudaraan Alumni (PA) 212. Namun kenyataan berkata lain usai Partai Demokrat menyatakan bergabung dengan Gerindra.
Dia menyatakan bahwa sejak rekomendasi PA 212, nama Prabowo (Ketum Gerindra Prabowo Subianto), Yusril (Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra), Aher (politikus PKS Ahmad Heryawan), dan Zulkifli (Ketum PAN Zulkifli Hasan).
"Sebenarnya 4 parpol ini dalam suasana yang mudah mengambil keputusan pasangan capres dan cawapres," kata Sukmo kepada wartawan, Kamis (2/8/2018).
Dijelaskan, Demokrat yang gagal masuk ke koalisi Joko Widodo (Jokowi) dan berpaling ke 'koalisi keummatan' yang didorong Habib Rizieq Syihab diduga Sukmo membuat PKS tak senang. Ditambah lagi ada pernyataan soal opsi abstain yang mungkin diambil PKS di Pilpres 2019.
"Demokrat setelah gagal dengan PDKT (pendekatan) ke Pak Jokowi mulai lah masuk ke 4 parpol yang di-endorse oleh Habib Rizieq. Nah munculnya bukan membuat PKS happy, apalagi nama Habib Asegaf (Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf) sudah diputus oleh Itjtimak Ulama, tapi malah membuat PKS mau bersikap netral jelas ini tanda-tanda mulai tidak solid," beber Sukmo.
Menurutnya, kemungkinan munculnya poros Islam ini juga bisa terjadi andai Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mendapatkan hidayah. Dia menilai poros ini akan menjadi 'the winner'.
"Maka akan terbuka peluang kalau PKB alias cak Imin dapat hidayah bisa jadi akan muncul opsi koalisi parpol Islam (PKS, PKB, PBB, dan PAN). Saya rasa ini akan menjadi the team dan the winner,
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276