Narkoba dan kehancuran peradaban


Narkoba sekarang telah dianggap sebagai musuh bersama oleh semua negara, bukan sekedar karena faktor dampak psikologisnya, tetapi narkoba telah menjadi modal pendorong berbagai pemberontakan. Dalam buku “Shooting Up : A short History of Drugs and War Examines (Lukasz Kamienski,2016) dijelaskan bagaiman narkoba menjadi bagian dari negara dan peperangan. Narkoba menjadi bagian dalam menstimulasi keberanian sekaligus sebagai trauma healing paska peperangan. Namun sejak terjadi perangan Oppium I di Cina sepanjang 4 September 1839 – 29 August 1842, narkoba sudah dianggap sebagai senjata untuk melumpuhkan sebuah negara
Narkoba sudah menjadi bagian atas runtuhnya peradaban, kajian dari Profesior Elisa Guarra-Doce, ahli antropologi di Roma menjelaskan bahwa manusia sudah mengkonsumsi narkoba dari bahan nabati sejak jaman Neolitikum yakni 8.600 SM, baik untuk kebutuhan medis maupun ritual agama. Sayang sebagian orang justru memanfaatkan efek halusinasi narkoba untuk kesenangan diri, tidak ada kaitnya dengan medis maupun ritual-adat, akhirnya peradaban mereka pun lumpuh.
Para pemakai narkoba pada umumnya ingin merasakan peningkatan staminia dan kepercayaan diri, semangat kerja dan yang terjauh ingin menghadirkan semangat pemberani. Padahal semua itu semu belaka, bersifat halusinasi, sehingga ketika dalam kondisi memakai semuanya merasa dianggap mampu, berani,sehat dan beringas. Pada saat inilah sangat mudah terjangkit konflik dengan kehidupan sosial lainnya. Perkelahian tidak bisa dihindari jika dalam kondisi mabuk. Sisi buruk narkoba lainnya yakni akan menjerumuskan manusia kepada ketergantungan serta kelemahan fisik, akibatnya akan berpengaruh pada peradaban mereka sendiri.
Dengan demikian, maka wajar jika perang terhadap narkoba menjadi slogan bersama, karena dampak dari penggunaan narkoba yang tidak terkontrol akan menyebabkan pelemahan pada nilai-nilai peradaban yang luhur, baik budaya dan adat sendiri  maupun budaya manusia secara keseluruhannya.
Khusus bagi masyarakat yang dekat dengan berbagai bentuk barang memabukan seperti Arak, Tuak, dll dalam tradisi nenek moyangnya, cara penangkalannya,, yakni perlu ditumbuhkan kesadaran untuk memilah mana warisan budaya yang baik dan buruk bagi peradaban ke depan. Barang yang memabukan termasuk di dalamnya, narkoba adalah salah satu warisan budaya yang buruk bagi kehidupan masyarakat ke depan karena berakibat pada pelemahan generasi.

Indonesia memerlukan sumber daya generasi yang handal demi menghadapi kehidupan masa akan datang. Keterjaminan tersediannya sumber daya yang handal tersebut, sangat tergantung dari kesadaran kita memilah tradisi mana yang positif bagi perkembangan generasi ke depan. Perlu keberanian kita untuk melakukan inovasi dalam berbudaya agar budaya warisan nenek moyang tetap lestari seiring sejalan dengan kebutuhan masa kini, secara berkelanjutan-karimah (mulia). 
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar