Peringati Hut ke-71, Prajurit POM TNI AU Harus Jadi Tauladan



Medan , (SHR) Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU) telah menunjukkan eksistensi dan prestasi yang cukup membanggakan dalam berbagai pelaksanaan tugas penegakan hukum di lingkup Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) Republik Indonesia. Prestasi dan semangat ini tentunya diwarisi dari para perintis yang dengan segala keterbatasan sarana dan peralatan yang ada, telah mampu menyelesaikan berbagai tugas dan tanggungjawab yang diamanatkan. “Oleh karena itu, pada kesempatan seperti ini, merupakan saat yang tepat untuk mengenang jasa dan pengorbanan para perintis dan pendahulu kita, disertai tekad untuk senantiasa melanjutkan cita-cita, perjuangan dan pengabdian dalam mengembangkan Polisi Militer Angkatan Udara sesuai dengan tantangan tugas yang dihadapi,” demikian dikatakan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI, Hadi Tjahjanto SIP, dalam amanatnya yang dibacakan Danlanud Soewondo, Kolonel Pnb Daan Sulfi SSos MSi pada upacara peringatan HUT POM AU ke-71 tahun di Lapangan Udara (Lanud) Soewondo Medan, Rabu (1/11) pagi. Pada Peringatan hari jadinya kali ini, POM AU mengangkat tema ‘Dengan Dilandasi Jiwa Ksatria, Militan, Loyal dan Profesional, Polisi Militer Angkatan Udara Siap Mendukung Pelaksanaan Tugas TNI Angkatan Udara’. Kasau, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dalam amanatnya juga mengaku kalau tema yang dipilih sejalan dengan langkah, semangat pengabdian, motivasi tugas, serta tantangan yang dihadapi oleh anggota Polisi Militer Angkatan Udara, dalam membina kemampuan dan penyelenggaraan fungsi pengamanan Alutsista, penegakan tata tertib, disiplin dan hukum, maupun peraturan yang berlaku terhadap anggota serta untuk kepentingan TNI Angkatan Udara dan membantu penyelenggaraan operasi kepolisian militer TNI. “Tuntutan tugas yang dibebankan kepada Polisi Militer Angkatan Udara tidaklah ringan. Selain melaksanakan tugas-tugas yang sudah ditentukan oleh TNI, juga melaksanakan amanat Undang-Undang Negara Kesatuan Republik Indonesia, penegakan hukum disiplin dan tata tertib yang diselenggarakan secara independen, hal ini untuk menjamin adanya ketertiban, kedisiplinan dan kepatuhan prajurit TNI Angkatan Udara terhadap ketentuan serta aturan hukum yang berlaku, dengan mengedepankan azas praduga tak bersalah,” pesannya, di hadapan para ratusan prajurit TNI AU maupun para tamu undangan dari berbagai unsur serta Muspida. Dalam kesempatan itu pula, jenderal bintang empat angkatan udara tersebut juga menyatakan, sejalan dengan dinamika tantangan tugas yang berkembang begitu cepat, insan prajurit Polisi Militer Angkatan Udara dituntut untuk senantiasa menjadi contoh dan tauladan bagi seluruh personel Angkatan Udara di manapun ditempatkan, dengan tidak membuat pelanggaran sekecil apapun, baik dalam kedinasan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, dalam diri setiap prajurit Polisi Militer Angkatan Udara hendaknya tertanam jiwa untuk senantiasa mematuhi hukum dan aturan yang berlaku serta menegakkan tata tertib dalam kehidupan keprajuritan. Berkaitan dengan hal tersebut, dikatakan, sebagai penegak hukum dan tata tertib, prajurit Polisi Militer Angkatan Udara diharapkan dapat terus menunjukkan eksistensinya dan mampu melaksanakan fungsinya sesuai dengan hukum, undang-undang, dan peraturan yang berlaku. “Untuk itu, prajurit Polisi Militer Angkatan Udara harus dapat bertindak secara independen/mandiri dalam melaksanakan proses penegakan hukum dengan mengedepankan hukum sebagai panglima dan selalu menghindarkan diri dari kecongkakan kekuasaan (arrogance of power) dan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power), yang dapat merusak citra Polisi Militer Angkatan Udara selaku penegak hukum. Untuk memenuhi tuntutan tugas tersebut Prajurit Polisi Militer Angkatan Udara harus berdedikasi, memiliki kredibilitas, serta profesional,” pesannya. Memasuki usianya yang ke 71 tahun, Kasau juga telah mencermati pandangan masyarakat terhadap citra TNI Angkatan Udara, sampai dengan saat ini secara umum masih positif. Namun demikian masih terdapat beberapa oknum TNI Angkatan udara yang berbuat tidak sesuai dengan Sapta Marga, Sumpah 

Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sehingga merusak citra institusi di mata masyarakat. Berkaitan hal tersebut, Polisi Militer Angkatan Udara sebagai penegak hukum disiplin dan tata tertib, harus pro aktif dalam melaksanakan tugas untuk mendeteksi, mencegah dan menangani setiap pelanggaran yang dilakukan oleh Prajurit TNI Angkatan udara. Untuk itu, para personel Polisi Militer Angkatan Udara harus mampu berinovasi serta beradaptasi dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang dengan pesat. “Hal demikian hanya dapat dilaksanakan apabila sosok Prajurit Polisi Militer Angkatan Udara memiliki etos kerja,” tegasnya. Di samping itu, prajurit Polisi Militer Angkatan Udara diharapkan secara terus menerus meningkatkan jiwa korsa, kerja sama dan koordinasi dengan komunitas kepolisian militer TNI dan penegak hukum lainnya. “Laksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan sistem pembinaan prajurit Polisi Militer Angkatan Udara, agar dapat mengantisipasi dinamika lingkungan sosial dan supremasi hukum yang terjadi secara cerdas dan cermat, serta yang paling utama, prajurit Polisi Militer Angkatan Udara dituntut untuk senantiasa meningkatkan dan menerapkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar dalam setiap langkah tindakan dan pelaksanaan tugas dapat mencerminkan keadilan dan kebenaran,” pungkasnya. Potong Tumpeng Usai menggelar upacara di lapangan, para tamu undangan yang hadir kemudian dipersilahkan untuk masuk ke dalam aula gedung yang ada di Markas PM TNI AU Lanud Soewondo Medan untuk mengikuti acara hiburan sekaligus pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur POM TNI AU yang telah memasuki usianya ke-71.(ceria)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276