Silima Pungga-Pungga-swarahatirakyat.com
Sumber air hingga aktivitas pertanian masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Desa Bonian, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi.
Berdasarkan keterangan aparatur desa dan sejumlah warga yang ditemui di lapangan, hingga saat ini belum ditemukan indikasi krisis air yang mengganggu kebutuhan masyarakat maupun aktivitas pertanian di desa tersebut.
Desa Bonian dihuni sekitar 871 jiwa dengan 264 kepala keluarga. Sebagian besar masyarakat menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian dengan berbagai komoditas, antara lain jagung, durian, cokelat, duku dan manggis.
Kasi Tata Pemerintahan Desa Bonian, Suhardi Pangaribuan, mengatakan, kondisi pertanian masyarakat secara umum masih berjalan normal.
Hal senada disampaikan Kepala Dusun IV, Ralam Sinambela. Ia menyebut sumber air yang berasal dari kawasan pegunungan hingga kini masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Keterangan tersebut juga diperkuat dua warga, Juanda Simamora (50) dan Ungkap Silalahi (68).
“Tidak ada pengaruh ke pertanian dengan adanya aktivitas pertambangan,” ujar keduanya saat berbincang dengan awak media.
Tidak Ada Krisis Air, Hasil Pertanian Tetap Berjalan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran fakta lapangan di Desa Bonian. Aktivitas pertanian masyarakat masih berlangsung seperti sebelumnya, sementara kebutuhan air warga masih dapat dipenuhi dari sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.
Sejumlah warga juga menilai keberhasilan pertanian pada dasarnya sangat bergantung pada kemauan dan usaha masing-masing petani.
“Kalau dikerjakan, ya ada hasil. Kalau tidak dikerjakan, ya tidak ada,” ujar seorang warga.
Menurutnya, keberadaan perusahaan maupun tidak adanya perusahaan tidak semestinya membuat masyarakat kehilangan semangat untuk mengelola lahan pertanian.
Ia berharap keberadaan PT Dairi Prima Mineral (DPM) justru dapat membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam hal kesempatan kerja dan pemberdayaan masyarakat.
“Sampai saat ini ada atau tidak ada PT DPM, kami tetap bertani. Itu tergantung kemauan kami sebagai petani. Harapan kami, semoga dengan adanya DPM semakin bertambah kemakmuran masyarakat,” ungkapnya.
Berharap Anak Desa Ikut Diberdayakan
Harapan lainnya disampaikan terkait keterlibatan masyarakat lokal dalam aktivitas ekonomi yang muncul di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Warga berharap anak-anak Desa Bonian dapat memperoleh kesempatan untuk diberdayakan sesuai kemampuan masing-masing.
Bahkan, bagi masyarakat yang belum memiliki keahlian khusus, peluang pekerjaan sebagai tenaga pendukung atau buruh tetap dinilai dapat memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.
“Anak-anak kami diharapkan bisa diberdayakan. Kalau pun tidak memiliki keahlian khusus, buruh kasar pun jadi. Yang penting ada kesempatan untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan,” katanya.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa sebagian masyarakat tidak semata-mata melihat keberadaan perusahaan dari sisi aktivitas pertambangan, tetapi juga dari peluang ekonomi yang mungkin terbuka bagi masyarakat sekitar.
Meski demikian, masyarakat Desa Bonian tetap menjadikan pertanian sebagai sumber penghidupan utama.
Jagung, durian, cokelat, duku dan manggis masih menjadi komoditas yang dikelola masyarakat. Kondisi pertanian yang masih berjalan normal serta sumber air yang masih tersedia menjadi faktor penting bagi keberlangsungan kehidupan warga.
Fakta lapangan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa hingga saat ini, berdasarkan keterangan aparatur desa dan warga yang ditemui, belum terdapat keluhan mengenai krisis air yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari maupun pertanian masyarakat Desa Bonian.
Di sisi lain, harapan terhadap kehadiran PT DPM lebih banyak diarahkan pada aspek pemberdayaan masyarakat, kesempatan kerja dan peningkatan ekonomi lokal.
Dengan demikian, masyarakat berharap aktivitas perusahaan dapat berjalan berdampingan dengan kehidupan masyarakat dan sektor pertanian, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan tanpa mengabaikan keberlanjutan sumber air serta lingkungan yang menjadi bagian penting dari kehidupan warga.
Kondisi di lapangan dapat berubah seiring waktu. Karena itu, pemantauan terhadap sumber air, pertanian dan lingkungan tetap penting dilakukan secara berkala dengan melibatkan pemerintah, masyarakat dan pihak perusahaan.(clara)
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.