RSUD Sidikalang Rujuk AP ke RS Haji Medan, Diduga Alami Patah Tulang Akibat Kekerasan

RSUD Sidikalang Rujuk AP ke RS Haji Medan, Diduga Alami Patah Tulang Akibat Kekerasan
DAIRI _swarahatirakyat.com
 Penanganan terhadap dua anak bersaudara, AGP (7) dan AP (6), yang diduga menjadi korban kekerasan fisik di Kabupaten Dairi terus dilakukan secara serius dan terpadu. Setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di RSUD Sidikalang, AP (6) akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Haji Medan untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut.

Proses rujukan tersebut berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026 sekitar pukul 13.45 WIB. Pemberangkatan AP dilakukan bersama oleh Dinas Sosial Kabupaten Dairi, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Dairi, Direktur RSUD Sidikalang, jajaran Polres Dairi, serta Anggota DPRD Kabupaten Dairi, Juangga Silaban, S.E.

AP merupakan salah satu dari dua anak bersaudara yang diduga menjadi korban kekerasan fisik. Kasus tersebut sebelumnya mencuat setelah kakaknya, AGP (7), ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan di Jalan Merdeka, tepatnya di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang.

AGP ditemukan dengan sejumlah luka pada tubuhnya dan kemudian mendapat penanganan medis di RSUD Sidikalang. Dari proses penanganan tersebut, petugas juga memperoleh informasi bahwa adiknya, AP, diduga mengalami kekerasan serupa.

Hasil Pemeriksaan Mengarah pada Dugaan Patah Tulang
Direktur RSUD Sidikalang, dr. Benni Purba, menjelaskan bahwa keputusan merujuk AP ke RS Haji Medan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter yang menangani korban.

Menurutnya, pemeriksaan lanjutan diperlukan karena dari hasil foto rontgen terdapat temuan yang dicurigai sebagai patah tulang pada bagian tubuh korban.

“Alasan kita merujuk karena dari hasil pemeriksaan dokter yang menangani, anak ini membutuhkan penanganan lanjutan. Dari hasil foto rontgen dicurigai ada tulang yang patah pada bagian lengan kiri atas atau punggung kiri,” ujar dr. Benni Purba.

Atas temuan tersebut, AP dirujuk untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis ortopedi di RS Haji Medan.
“Ini yang menjadi dasar rujukan kita ke dokter ortopedi di RS Haji,” jelasnya.

dr. Benni menegaskan, RSUD Sidikalang akan terus menindaklanjuti proses pengobatan korban sesuai dengan kebutuhan medis dan arahan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Dairi.

“Kita siap menindaklanjuti pengobatan korban sesuai dengan arahan PPA dan kebutuhan medis anak tersebut. Yang terpenting saat ini adalah memastikan korban mendapatkan penanganan yang tepat dan maksimal,” katanya.

Penanganan Melibatkan Sejumlah Instansi
Kasus dugaan kekerasan terhadap kedua anak tersebut sebelumnya ditangani secara bersama oleh Unit PPA Satreskrim Polres Dairi dan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dairi melalui kadis sosial Tumpal Pasaribu.

AGP ditemukan dalam kondisi luka-luka hingga harus mendapatkan perawatan medis. Dalam pemeriksaan medis, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban, termasuk pada bagian bibir dan tangan, serta luka pada beberapa bagian tubuh yang mengalami infeksi.

Dari keterangan yang diperoleh petugas melalui pendekatan terhadap korban, AGP menyebut seorang perempuan berinisial RS (52) sebagai “Mak Tua” atau bibinya. Petugas juga mendalami dugaan bahwa kedua anak tersebut telah mengalami kekerasan secara berulang.

Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan, sebelumnya membenarkan adanya penanganan terhadap korban dan menyebut kondisi AGP mulai stabil setelah mendapatkan perawatan medis.

Selain aspek penegakan hukum, pemerintah daerah bersama pihak terkait juga memberikan perhatian terhadap pemulihan kondisi fisik dan psikologis kedua anak tersebut.

Dengan dirujuknya AP ke RS Haji Medan, penanganan medis terhadap korban diharapkan dapat dilakukan secara lebih komprehensif, khususnya untuk memastikan kondisi tulang yang diduga mengalami cedera serta menentukan langkah pengobatan selanjutnya.

Pemerintah daerah, aparat kepolisian, tenaga medis, dan pihak terkait lainnya terus berkoordinasi agar kedua korban memperoleh perlindungan, perawatan, serta pendampingan yang dibutuhkan hingga proses pemulihan.(clara)
Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.