Jakarta - (SHR) Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi inisiatif sub holding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo dalam mempercepat dekarbonisasi melalui pemanfaatan limbah cair sawit atau palm oil mill effluent (POME) menjadi energi baru terbarukan.
Menteri Jumhur mengatakan langkah tersebut menjadi barometer bahwa industri sawit yang dikelola BUMN memiliki ruang yang besar untuk berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru dari pengelolaan limbah.
"Saya harus endorse kebaikan-kebaikan yang dilakukan PTPN IV PalmCo. Jadi dunia saat ini sangat menghargai mereka yang mau menghilangkan emisi gas rumah kaca, seperti yang dilakukan PalmCo," kata Jumhur dalam kegiatan di PTPN IV Regional III, Pekanbaru, Riau, Jumat (21/8) lalu.
PTPN IV PalmCo saat ini telah mengelola 12 methane capture dan energi baru terbarukan di berbagai wilayah operasionalnya. Energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik, co-firing, hingga dikembangkan menjadi compressed biomethane gas (CBG). PalmCo juga tercatat sebagai perusahaan perkebunan pertama di Indonesia yang secara aktif dalam perdagangan karbon pada pasar bursa karbon IDXCarbon.
Meski begitu, Menteri Jumhur mengatakan bahwa PTPN IV PalmCo perlu memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan itu, sekaligus memperbesar kontribusi sektor perkebunan terhadap agenda transisi energi dan penurunan emisi Indonesia.
"PTPN juga bisa memperluas pemanfaatan carbon trading dengan bekerja sama dengan investor. Manfaat besar akan diterima PTPN, termasuk carbon offset-nya juga bisa didapat. Kita siap memfasilitasi," tuturnya.
Menurut dia, pengembangan perdagangan karbon tidak hanya memberikan manfaat dari sisi lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia di pasar global.
Ia menilai tren perdagangan global semakin memberikan penghargaan terhadap produk yang mampu menunjukkan jejak lingkungan yang lebih baik, termasuk produk minyak sawit berkelanjutan atau sustainable CPO. "Karena mereka betul-betul bisa mereduksi metan secara luar biasa," paparnya.
Senada, Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengatakan pengembangan energi terbarukan dan perdagangan karbon merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun bisnis perkebunan yang lebih berkelanjutan.
Ia mengatakan PalmCo terus mengembangkan pemanfaatan limbah sawit agar tidak hanya dipandang sebagai residu produksi, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi sekaligus memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi.
"Kami melihat limbah bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dikelola, tetapi juga sebagai sumber daya yang bisa memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan lingkungan," ujar Jatmiko.
Jatmiko menambahkan pengoperasian PLTBG, PTBG co-firing, pemanfaatan CBG, serta perdagangan karbon menjadi bagian dari langkah PalmCo untuk menurunkan emisi dari kegiatan operasional sekaligus mendukung target dekarbonisasi nasional.
PTPN IV PalmCo sendiri telah menargetkan untuk mengoperasikan hingga 60 instalasi methane capture pada 2030 nanti yang diperkirakan akan mampu menekan emisi perusahaan secara business as usual sampai 71%. Target ini jauh di atas sasaran pemerintah sebesar 30 persen di periode yang sama.
Jatmiko juga menyebutkan tidak hanya mereduksi emisi gas rumah kaca, methane capture sekaligus EBT yang dikelola PalmCo juga memberikan nilai ekonomis baik melalui efisiensi hingga penjualan produk yang dihasilkannya.
“Ini wujud circular economy yang nyata. Mengolah limbah menjadi anugerah dan berkontribusi terhadap kemandirian energi negeri,” tutup Jatmiko.!(Tim)

0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.