Golkar Dairi Sambangi Dua Bocah Korban Dugaan Kekerasan, Bawa Pesan Kepedulian Ahmad Doli Kurnia Tanjung

Golkar Dairi Sambangi Dua Bocah Korban Dugaan Kekerasan, Bawa Pesan Kepedulian Ahmad Doli Kurnia Tanjung
DAIRI —swarahatirakyat.com
 Kisah pilu dua bocah bersaudara, AGP (7) dan AP (6), yang diduga menjadi korban kekerasan fisik di Kabupaten Dairi, mengundang perhatian berbagai pihak. Di tengah proses penanganan kasus tersebut, kepedulian datang dari Partai Golkar yang turun langsung memberikan dukungan dan penguatan kepada kedua anak.

Kepedulian itu dilakukan jajaran Partai Golkar Kabupaten Dairi atas arahan Ahmad Doli Kurnia Tanjung. Pesan tersebut disampaikan kepada Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Dairi, Sabam Sibarani, untuk memastikan kondisi kedua anak mendapat perhatian dan pendampingan yang layak.

Kunjungan tersebut dihadiri Ketua Harian Amper Nainggolan ,Sekretaris Sekretaris Pana Akbar Simatupang, pengurus Golkar Sumatera Utara Delphi Masdiana Ujung, Bendahara Syamsul Kudadiri. Bidang OKK Bernat Malau, anggota AMPG Immanuel Bangun,

Kehadiran jajaran Golkar diterima dan didampingi oleh tim yang menangani kasus tersebut, di antaranya petugas Unit PPA Denny Siringo-ringo, Ka. Unit PPA Eva Judika Napitupulu, PPA dari kepolisian Rohulina Matanari, serta unsur Dinas Sosial.

Bukan Sekadar Tali Asih

Kunjungan tersebut bukan sekadar menyerahkan bantuan. Ada pesan yang lebih besar: memastikan kedua bocah tidak merasa sendirian setelah mengalami situasi yang diduga berdampak terhadap kondisi fisik dan psikologis mereka.

Jajaran Golkar memberikan penguatan sekaligus mendorong agar kebutuhan emosional kedua anak menjadi perhatian serius. Anak-anak membutuhkan rasa aman, kasih sayang, serta lingkungan yang mampu membantu mereka melewati masa sulit.

Dalam pendampingan, persoalan hubungan kedua korban dengan orang tua juga menjadi perhatian. Berdasarkan informasi dari tim PPA dan kepolisian, kedua anak disebut belum ingin bertemu dengan ibu mereka.

Situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pihak terkait, terutama PPA, untuk menentukan pola pendampingan dan langkah terbaik bagi masa depan kedua anak. Yang paling utama adalah memastikan mereka berada di lingkungan yang aman dan mendukung proses pemulihan.

Masa Depan Anak Harus Menjadi Prioritas

Penanganan kasus ini dinilai tidak cukup hanya melalui proses hukum. Pendampingan psikologis, pemulihan rasa aman, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penataan kembali lingkungan pengasuhan harus menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Atas dasar itu, Partai Golkar menyerahkan tali asih kepada kedua bocah sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat secara materi, tetapi juga menjadi pesan bahwa masih ada pihak yang peduli terhadap mereka.

Kepedulian tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, kepolisian, PPA, Dinas Sosial, keluarga, lembaga pendamping, serta masyarakat harus berjalan bersama memastikan kedua anak memperoleh haknya untuk hidup aman, mendapatkan kasih sayang, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Bagi Partai Golkar, perhatian terhadap kasus ini tidak berhenti pada kunjungan dan pemberian tali asih. Yang jauh lebih penting adalah memastikan proses pendampingan berjalan berkelanjutan dan kepentingan terbaik bagi kedua anak benar-benar menjadi pertimbangan utama.

Arahan Ahmad Doli Kurnia Tanjung tersebut menjadi bentuk kepedulian politik yang diterjemahkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat—terutama ketika suara dan kebutuhan anak-anak yang rentan membutuhkan perhatian lebih dari semua pihak.

(clara)
Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.