Gedung dan Mobiler Memprihatinkan, FPPI Dairi Dorong Pemerintah Perhatikan SMP Johannes Prodromos
Sumbul -swarahatirakyat.com
Kondisi sarana dan prasarana pendidikan di SMP Kristen Johannes Prodromos, Desa Perjuangan, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, mendapat perhatian dari Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kabupaten Dairi.
Keprihatinan tersebut disampaikan Ketua FPPI Kabupaten Dairi, Delphi Masdiana Ujung, S.H., M.Si., setelah melihat langsung kondisi sekolah saat mengikuti kegiatan pembinaan dan penyuluhan perlindungan anak yang dilaksanakan pada Selasa (4/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang dilaksanakan melalui Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi. Selain pembinaan rohani, kegiatan juga dirangkaikan dengan edukasi mengenai perlindungan anak, parenting, serta upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah.
Kegiatan diikuti guru dan siswa SMP Kristen Johannes Prodromos. Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Soroti Kondisi Gedung dan Mobiler Sekolah
Delphi mengatakan, kondisi fisik sekolah menjadi salah satu hal yang menarik perhatiannya. Sekolah yang berdiri sejak 2013 itu, menurutnya, membutuhkan perhatian terhadap kondisi gedung, fasilitas dan mobiler yang digunakan dalam mendukung proses belajar mengajar.
“Bangunan sekolah ini sangat memprihatinkan. Gedung dan mebeler yang ada sudah tidak layak pakai. Padahal sekolah ini merupakan tempat anak-anak menuntut ilmu dan membangun masa depan mereka,” ujar Delphi.
Ia menyebutkan, saat kegiatan berlangsung terdapat sekitar 90 siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Kondisi fasilitas pendidikan yang terbatas, kata dia, perlu menjadi perhatian bersama, mengingat kelayakan lingkungan belajar merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang proses pendidikan.
Delphi berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi SMP Kristen Johannes Prodromos, termasuk melihat secara langsung kebutuhan sarana dan prasarana sekolah.
“Kita berharap pemerintah dapat melihat kondisi sekolah ini secara langsung. Anak-anak di sini memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dalam lingkungan yang aman, nyaman dan didukung fasilitas yang layak,” katanya.
Menurutnya, perhatian terhadap sekolah di wilayah pedesaan juga penting agar harapan masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan yang baik dapat terus diwujudkan.
Edukasi Anak untuk Mencegah Kekerasan
Di sisi lain, FPPI Dairi menilai pembangunan lingkungan sekolah yang aman tidak hanya berkaitan dengan kondisi bangunan, tetapi juga menyangkut perlindungan peserta didik dari berbagai bentuk kekerasan.
Karena itu, edukasi mengenai perlindungan anak menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para siswa diberikan pemahaman tentang cara menjaga diri, mengenali potensi kekerasan, serta pentingnya berani menyampaikan kepada orang dewasa yang dipercaya apabila menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak aman.
Materi juga mencakup pengenalan anggota tubuh dan batasan sentuhan, terutama mengenai bagian tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh oleh orang lain secara tidak pantas.
“Anak harus dibekali pengetahuan sejak dini tentang bagaimana menjaga dirinya. Mereka perlu mengetahui batasan tubuhnya, berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang membuat mereka tidak nyaman, dan mengetahui kepada siapa harus bercerita apabila mengalami atau melihat tindakan yang tidak semestinya,” jelas Delphi.
Menurutnya, edukasi tersebut perlu diberikan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah dan keluarga. Dengan pembekalan yang tepat, anak diharapkan memiliki pengetahuan dan keberanian untuk menjaga dirinya serta meminta pertolongan ketika menghadapi persoalan.
FPPI Dorong Penguatan Mekanisme Perlindungan Anak
FPPI Dairi juga mendorong agar satuan pendidikan memiliki mekanisme perlindungan anak yang jelas, termasuk mempertimbangkan pembentukan satuan tugas atau tim perlindungan anak sesuai ketentuan dan kebutuhan sekolah.
Keberadaan tim tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan, edukasi, pemantauan serta koordinasi apabila terdapat dugaan kekerasan terhadap peserta didik.
“Sekolah harus memiliki tim atau satgas yang memahami perlindungan anak. Anak-anak juga perlu dibekali pengetahuan dan keberanian agar mereka tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi persoalan, termasuk ketika berhadapan dengan situasi hukum atau menjadi korban kekerasan,” ujar Delphi.
Ia menegaskan, perlindungan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah. Dibutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah serta pihak terkait lainnya untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi dan lingkungan pendidikan tetap aman.
Tidak Sekadar Seremonial
Delphi berharap kegiatan pembinaan, penyuluhan dan parenting yang dilakukan di SMP Kristen Johannes Prodromos tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kesadaran perlindungan anak.
Menurutnya, pembinaan rohani, penguatan peran orang tua, edukasi perlindungan diri dan penyediaan lingkungan pendidikan yang layak merupakan bagian yang saling berkaitan dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Anak-anak membutuhkan lingkungan yang mendukung, baik dari sisi pendidikan, rohani maupun perlindungan. Karena itu, perhatian terhadap kondisi sekolah dan penguatan perlindungan anak harus berjalan bersama,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, FPPI Dairi berharap perhatian terhadap SMP Kristen Johannes Prodromos dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat dan pemerintah. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mendapatkan pembinaan akademik dan rohani, tetapi juga memperoleh rasa aman serta lingkungan belajar yang lebih layak untuk mempersiapkan masa depan mereka.karna sekolah ini adalah satu satu nya sarana pendidikan yang sangat bermanfaat bagi anak yg tidak dapat melanjutkan SMP ke Sumbul. ( clara)
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.