Menanam Cinta Al-Qur'an Sejak Dini, Rumah Qur'an Wahlim Munthe Kukuhkan Santri Tahfiz Angkatan V dan Lepas Siswa RA Nuraida Tahun ke II


DAIRI – swarahatirakyat.com
Lantunan ayat suci Al-Qur'an menggema mengiringi suasana haru, syukur, dan kebahagiaan dalam prosesi Pengukuhan Santri Tahfiz Angkatan V Rumah Qur'an Wahlim Munthe sekaligus Pelepasan Peserta Didik Kelas B RA Nuraida Yayasan Perguruan Islam (YPI) Wahlim Munthe Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Rumah Tahfiz Wahlim Munthe, Desa Lae Mbulan, Kelurahan Panji Dabutar, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ustaz Zulfikar Harahap, dilanjutkan doa yang dipimpin Ustaz Jono Pasi. Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti seluruh rangkaian acara sebagai ungkapan syukur atas lahirnya generasi muda yang mencintai Al-Qur'an serta menjadikannya sebagai pedoman hidup.
Ketua Yayasan Perguruan Islam Wahlim Munthe, Muhammad Muiz Wira Munthe, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Rumah Qur'an Wahlim Munthe terus berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang mampu melahirkan generasi Qurani, tidak hanya dikenal di Kabupaten Dairi, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional.

«"Marilah kita membumikan rumah-rumah Al-Qur'an agar mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang berkualitas serta menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat," ujarnya.»
Ia mengakui, perjalanan yayasan selama lima tahun masih diwarnai berbagai keterbatasan. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat untuk terus mengembangkan pendidikan Islam.

"Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar cita-cita mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Swasta YPI Wahlim Munthe dapat segera terwujud. Insya Allah, dengan izin Allah SWT dan kolaborasi para donatur, cita-cita tersebut dapat direalisasikan. RA Nuraida juga membuka pendaftaran peserta didik baru tanpa dipungut biaya. Kami berharap LPTQ dan Rumah Qur'an terus bersinergi dalam syiar Al-Qur'an," katanya.

Sementara itu, Pembina YPI Wahlim Munthe, H. Wahlim Munthe, SH., MM., menegaskan bahwa seluruh fasilitas Rumah Qur'an dibangun semata-mata sebagai amal jariyah demi kemaslahatan umat Islam.

«"Tempat ini insya Allah kami hibahkan untuk umat sebagai pusat menimba ilmu agama. Kami bukan orang kaya, tetapi ingin meninggalkan amal yang bermanfaat dan menjadi ladang pahala yang terus mengalir," ungkapnya.»
Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks harus dijawab dengan memperkuat pendidikan Al-Qur'an sejak usia dini.

«"Kita masih melihat ada masjid yang kesulitan mendapatkan khatib. Insya Allah melalui Rumah Tahfiz ini akan lahir para khatib, imam, qari, dan hafiz masa depan. Harapan saya, tidak ada lagi anak-anak Muslim yang tidak bisa membaca Al-Qur'an. Benteng terkuat bagi generasi muda adalah Al-Qur'an. Jika mereka dekat dengan Al-Qur'an, maka masa depan mereka akan terang, penuh keberkahan, dan diridhai Allah SWT," tuturnya.»

Ia juga menyampaikan bahwa lahan seluas lebih dari satu hektare yang telah bersertifikat akan terus dikembangkan sebagai pusat pendidikan Islam dan pembinaan generasi Qurani.

"Rumah Qur'an ini bukan hanya milik Wahlim Munthe, tetapi menjadi milik umat Islam Kabupaten Dairi. Semua ini kami niatkan lillahi ta'ala agar semakin banyak umat yang mengenal, mencintai, dan mengamalkan Al-Qur'an," tambahnya.

Mewakili Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pakpak Bharat, H. Mahdi Kudadiri mengapresiasi keberadaan Rumah Qur'an Wahlim Munthe yang dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.

"Anak-anak yang tumbuh bersama Al-Qur'an akan memiliki akar keimanan yang kuat, sebagaimana pohon yang kokoh karena akarnya menghunjam ke dalam tanah. Kami bangga dan siap mendukung perjuangan mulia ini," katanya.

Sebagai bentuk dukungan, H. Mahdi Kudadiri menyerahkan bantuan sebesar Rp1.000.000 kepada yayasan.

Sementara itu, mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi, Kamidun Solin menyampaikan bahwa izin operasional yayasan telah resmi diterbitkan oleh Kementerian Agama.

"Yayasan ini tidak berorientasi pada keuntungan, tetapi benar-benar diniatkan lillahi ta'ala demi kepentingan ilmu dunia dan akhirat. Kami akan terus mendukung peningkatan kualitas para guru melalui berbagai program pemerintah," ujarnya.

Kepala RA Nuraida, Lasnai Krisna Dabutar, S.Pd., menjelaskan bahwa pada Tahun Akademik 2025/2026 sebanyak 16 peserta didik mengikuti pelepasan, terdiri atas satu siswa Kelompok A dan 15 siswa Kelompok B.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan masa emas dalam membangun fondasi keimanan, akhlak, kecerdasan, dan karakter Islami.

"Setiap anak diciptakan Allah SWT dengan keistimewaan masing-masing. Masa usia dini merupakan waktu terbaik untuk membangun pondasi iman, adab, kecerdasan, serta cita-cita mulia melalui proses belajar yang menyenangkan," ujarnya.

Prosesi pelepasan berlangsung haru dengan penyematan medali, penyematan selendang kebesaran, serta penyerahan ijazah kepada lulusan RA Nuraida Angkatan II.

Ketua panitia melaporkan bahwa Rumah Tahfiz YPI Wahlim Munthe terus berkomitmen membina generasi Qurani melalui berbagai program, termasuk Musabaqah Hifzhil Qur'an yang mempertandingkan hafalan Al-Qur'an, azan, dan tahtim.

Selain itu, dilakukan pula pengukuhan santri yang naik dari Iqra' ke Al-Qur'an, pengukuhan santri penghafal 20 surat pilihan, hingga santri yang berhasil menyelesaikan hafalan satu juz Al-Qur'an.

Adapun santri dengan nilai hafalan terbaik diraih oleh:

1. Zafran
2. Nadia Ashar
3. Dastan

Ketiga santri tersebut mewakili seluruh santri menyerahkan bale sebagai simbol penghormatan dan ungkapan terima kasih kepada para ustaz dan ustazah yang telah membimbing mereka menghafal Al-Qur'an.

Momen yang tak kalah mengharukan terlihat dari raut wajah penuh kebahagiaan Pembina RA Nuraida, Dra. Nuraida Tumangger. Senyum sumringah terpancar saat menyaksikan anak-anak usia dini dengan penuh percaya diri melantunkan surat-surat pendek Al-Qur'an di luar kepala. Baginya, pemandangan tersebut menjadi buah dari proses pendidikan yang dibangun dengan kesabaran, kasih sayang, dan nilai-nilai keislaman sejak usia dini.

Tokoh masyarakat Islam, Jono Pasi, berharap Rumah Qur'an Wahlim Munthe terus istiqamah dalam membina generasi Islam.

"Keberhasilan pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua dalam membimbing anak mencintai serta mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an," ujarnya.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat Aslim Padang menilai Rumah Tahfiz merupakan tempat strategis dalam membangun keimanan generasi muda sehingga layak mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap syiar Al-Qur'an, sejumlah donatur turut memberikan bantuan, di antaranya Silvia Megawati Padang Rp1.000.000, H. Mahdi Kudadiri Rp1.000.000, Ketua DMI Kabupaten Dairi Henri Kabeakan Rp1.000.000, Selamat Bahagia Maha Rp400.500, Keluarga Bakri Padang Rp500.000, serta Aslim Padang dan Siswati Solin Rp1.000.000.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kamidun Solin mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pakpak Bharat H. Mahdi Kudadiri, Ketua LPTQ Jono Pasi, Ketua GP Ansor Kabupaten Dairi, Ustaz Mahyudin Limbong, para donatur, tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua santri, serta undangan lainnya.

Seluruh rangkaian acara berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan, kebersamaan, dan rasa syukur. Momentum ini menjadi bukti nyata komitmen Yayasan Perguruan Islam Wahlim Munthe dalam membina generasi Qurani yang berilmu, berakhlak mulia, serta menjadikan Al-Qur'an sebagai cahaya kehidupan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari). Hadis tersebut menjadi ruh perjuangan Rumah Qur'an Wahlim Munthe dalam menanamkan kecintaan kepada Al-Qur'an demi melahirkan generasi penerus Islam yang beriman, berilmu, berakhlakul karimah, serta mampu menjadi penerang bagi agama, bangsa, dan masyarakat.(clara siahaan)
Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.