GUNGSITOLI– (SHR)Pemerintah Kabupaten Nias Utara bersama Badan Pusat Statistik resmi memulai pelatihan petugas pendataan lengkap Sensus Ekonomi 2026. Acara pembukaan berlangsung di Hotel Kaliki Gunungsitoli, Kamis 28 Mei 2026, dan dihadiri jajaran Forkopimda, DPRD, OPD, hingga calon petugas lapangan.
Wakil Bupati Nias Utara Yusman Zega membuka langsung kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sensus ada di tangan petugas yang turun ke lapangan.
Dipundak anda ada tanggung jawab. Sensus Ekonomi ini harus didasari dengan potensi yang ada di daerah", ujarnya di hadapan peserta.
Kepala BPS Nias Utara Darma Beriman Telaumbanua menjelaskan pelatihan bertujuan mematangkan pemahaman petugas soal konsep, definisi, dan metodologi pendataan. Menurutnya, data yang valid hanya bisa didapat jika masyarakat bersedia memberi jawaban yang benar, dan itu butuh dukungan semua pihak.
Dukungan itu datang dari Forkopimda. Dandim 0213/Nias Letkol Inf Sampe T. Butar Butar menyatakan Kodim dan Babinsa siap membantu pengamanan serta kelancaran tugas petugas di lapangan.
Yang dilakukan BPS ini untuk mendukung program kerja Pemerintah. Sensus ini pondasi utama untuk menentukan arah kebijakan ke depan", katanya.
Perwakilan Ketua DPRD Nias Utara Yatatema Harefa juga menekankan pentingnya kejujuran petugas. Ia mengingatkan agar setiap target pendataan benar-benar dikunjungi dan diwawancarai sesuai ketentuan.
"Data adalah dasar untuk melihat kondisi nyata masyarakat. Dari data itulah pemerintah dan DPRD bisa tahu sektor mana yang lemah dan butuh perhatian", ucapnya.
Wakil Bupati Yusman Zega menitipkan tiga pesan utama ke peserta pelatihan:
1. Jaga integritas data
Potensi pertanian, UMKM, pariwisata, dan perkebunan di Nias Utara tidak bisa dikembangkan maksimal tanpa peta data yang jelas. Ia melarang keras manipulasi data dan meminta petugas bekerja sesuai ketentuan.
2. Kuasai teknik dan komunikasi
Petugas diminta menyamakan persepsi soal tujuan sensus, memperdalam teknik pengumpulan data, dan menyesuaikan cara wawancara dengan masyarakat. Kunci suksesnya ada pada komunikasi yang ramah dan santun.
3. Kolaborasi lintas unsur
BPS, Forkopimda, dan kecamatan diminta bekerja sama mengawal petugas di lapangan agar kendala bisa segera diatasi.
Hadir dalam acara ini Wakil Bupati, anggota DPRD, Kapolres Nias, Plh Sekda, asisten, staf ahli, kepala OPD se-Kabupaten Nias Utara, instansi vertikal, Kacabdis Pendidikan Wilayah 13, camat se-Kabupaten Nias Utara, dan seluruh calon petugas pendataan lengkap Sensus Ekonomi 2026.
Pelatihan ini menjadi langkah awal agar pendataan yang dimulai beberapa bulan ke depan menghasilkan angka yang benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat Nias Utara.( Aris )



0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.