KPK Jelaskan Sumber Dana MBG dari Anggaran Pendidikan dan Kesehatan


Jakarta /// SHR /// Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut sumber pendanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) diambil dari sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK Aminudin mengatakan hal ini menyebabkan beberapa pemangku kepentingan selama ini mempertanyakan urgensinya karena memangkas anggaran lainnya. 

Sumber pendanaan MBG diambil dari sektor pendidikan, sektor kesehatan, dan ekonomi ya. Ini yang menyebabkan beberapa stakeholder yang selama ini mengampu pendidikan, kesehatan itu ya sedikit berteriak,” ujar Aminudin kepada awak media,Kamis (21/05/2026). 

Ya saya kebetulan punya teman ya di antaranya teman-teman yang bergerak di sektor pendidikan: 'Kok anggaran kami dipakai untuk itu ya? Itu relevansinya apa?’ Ya itu udah kebijakan negara, kebijakan kepala pemerintah, jalankan saja yang penting pelaksanaannya benar.”

Perlu diketahui, pemerintah menetapkan anggaran Badan Gizi Nasional yang masuk ke dalam komponen anggaran pendidikan adalah Rp223 triliun pada 2026. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2025 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2026. Secara keseluruhan, BGN mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp268 triliun pada APBN 2026. 

Di sisi lain, KPK menyoroti BGN sebagai lembaga yang baru dibentuk pada 2024 justru langsung diberikan mandat untuk mengelola anggaran yang besar. Sementara, KPK menilai struktur di internal BGN belum siap. 

Kondisi ini sangat rentan terjadi minimal kalau kita lihat dari sisi tata kelola akan berantakan. Lembaga baru berdiri, infrastrukturnya belum siap, organisasinya regulasinya juga belum siap sudah mendapat amanat cukup besar,” ujar dia.

Sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih beberapa kali coba menampik isu pemangkasan anggaran pendidikan dan kesehatan untuk Program MBG. Termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang memberi penjelasan khusus kepada para wartawan di Kompleks Istana, Februari lalu.

Pada saat itu, dia mengatakan, Pemerintahan Prabowo Subianto sama sekali tak memangkas anggaran pendidikan. Seluruh kegiatan dan program pendidikan tetap berjalan sejak Badan Gizi Nasional memulai uji coba dan tahap awal pemberian makan bergizi gratis.

Bahkan, dia mengklaim, Prabowo justru menambah anggaran pendidikan melalui sejumlah program dan proyek pengembangan. Salah satu, pemerintah membangun Sekolah Rakyat yang diperuntukan bagi anak-anak dari keluarga sangat miskin. Prabowo juga melakukan renovasi dan pembangunan ribuan sekolah setiap tahun untuk menunjang kegiatan pendidikan.

Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya,” kata Teddy.( GEO )

Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.