Kabel PLN Makan Korban Di Jalan Lahewa, Seorang Pengendara Hampir Tewas

 

Nias Utara, – (SHR) Seorang pengendara motor bernama Irwan Waruwu mengalami luka berat setelah terlilit kabel listrik PLN yang jatuh melintang di Jalan Soekarno, Kelurahan Pasar Lahewa, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara.

Kejadian terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat korban pulang ke rumah. Tanpa disadari, kabel penghubung dari tiang listrik ke meteran pelanggan yang menggunakan penyangga bambu tiba-tiba terjatuh ke badan jalan. Bambu penyangga diketahui lepas dan patah, sehingga kabel kendor hingga menyentuh tanah.

“Nah pas korban melintas, kabel yang jatuh itu disaat bersamaan tepat mengenai lehernya. Korban terpental ke jalan raya,” ujar Aris Harefa, pendamping keluarga korban.

Akibatnya, Irwan mengalami patah pada kedua kaki, luka di kepala, badan, serta leher yang menghitam akibat lilitan kabel PLN. Kondisi korban saat ini membutuhkan perawatan intensif dan diperkirakan butuh waktu lama untuk pulih. Ada kekhawatiran korban mengalami cacat seumur hidup.

*Laporan Polisi Sudah Diproses*

Keluarga korban Zulman Waruwu yang di dampingi okeh Aris Harefa langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Nias. Laporan diterima dengan sangkaan tindak pidana kelalaian yang mengakibatkan orang lain luka berat, sebagaimana diatur dalam Pasal 474 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Laporan kita sudah diterima dengan nomor surat STTLP/B/265/V/2026/SPKT/POLRES NIAS/POLDA SUMATERA UTARA tanggal 02 Mei 2026.

“Hari ini kami sudah menerima SP2HP Nomor: B/406/V/RES.1.24./2026/Reskrim tertanggal 12 Mei 2026. Kami mengapresiasi gerak cepat Polres Nias dalam melakukan penyelidikan,” kata Aris Harefa.

*Tuntut Tanggung Jawab PLN*

Hingga kini, pihak keluarga menilai PT PLN (Persero) belum menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab atas kelalaian kelalainnya pada pekerjaannya sehingga mengakibatkan orang lain yang melintas di jalan raya luka berat.

“Kami mendampingi keluarga korban untuk mendapatkan keadilan. Walaupun proses hukum berjalan, kami tetap mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan,” jelas Aris.

Ia berharap PLN segera mengambil tanggung jawab, terutama terkait biaya pengobatan dan jaminan hidup korban ke depan. 

“Korban luka berat, kedua kakinya patah. Proses penyembuhannya panjang dan biayanya besar. Setelah sembuh pun, bagaimana dia menafkahi keluarga kalau cacat? Ini yang harus dipikirkan PLN,” tegasnya.

Keluarga korban berharap ada titik temu antara pihak PLN dan keluarga agar penyelesaian tidak berlarut-larut dan korban mendapat haknya.(Tim)

Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.