PINGGIR, Swara Hati Rakyat – Pemerintah Kabupaten Bengkalis menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pinggir Tahun 2026 sebagai bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, yang dipusatkan di Aula Kantor Camat Pinggir, Senin(09/02/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Bengkalis Kasmarni yang diwakili Asisten II Setda Bengkalis Tohariddin, Wakil Ketua DPRD Bengkalis M. Arsya Fadila, pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Bengkalis, unsur Forkopimcam, kepala desa dan lurah se-Kecamatan Pinggir,KUA K ketua BPD, kepala UPT, Tim Penggerak PKK, pendamping desa, serta perwakilan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Pinggir Zamarico Dakanahay menegaskan bahwa Musrenbang kecamatan merupakan forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat desa dan kelurahan dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Ia mengungkapkan, usulan yang dihimpun dari seluruh desa dan kelurahan masih didominasi kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar, sarana prasarana, serta pemberdayaan masyarakat dan kebudayaan.
Namun demikian, Zamarico juga menyoroti keterbatasan kapasitas fiskal daerah yang berdampak pada efisiensi anggaran, termasuk pemotongan dana desa yang di beberapa wilayah mencapai 30 hingga 50 persen. Kondisi tersebut, kata dia, memicu dinamika dan tantangan tersendiri di tingkat desa, khususnya dalam relasi antara pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
“Kami berharap melalui forum ini, OPD terkait dapat memberikan arahan dan solusi agar masyarakat memahami kondisi keuangan daerah, serta program yang direncanakan tetap tepat sasaran dan realistis,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bengkalis M. Arsya Fadila menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk mengawal dan memperjuangkan usulan prioritas hasil Musrenbang Kecamatan Pinggir agar dapat diakomodasi dalam RKPD Kabupaten Bengkalis Tahun 2027, sesuai kemampuan keuangan daerah dan arah kebijakan pembangunan.
Ia menilai Kecamatan Pinggir memiliki potensi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, didukung oleh sektor pertanian rakyat, perkembangan UMKM, sumber daya manusia yang produktif, serta posisi geografis yang mendukung konektivitas dan perdagangan.
“Musrenbang ini menjadi ruang penting untuk memperkuat prinsip pembangunan partisipatif. DPRD Kabupaten Bengkalis siap bersinergi agar Kecamatan Pinggir dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Kabupaten Bengkalis,” kata Arsya.
Mewakili Bupati Bengkalis, Asisten II Setda Bengkalis Tohariddin dalam arahannya menekankan bahwa Musrenbang kecamatan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum dialog strategis untuk merumuskan program pembangunan yang tepat sasaran, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Ia mengingatkan bahwa perencanaan pembangunan tahun 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD Kabupaten Bengkalis 2025–2029, sehingga seluruh usulan harus selaras dengan visi daerah, yakni terwujudnya Kabupaten Bengkalis yang bermarwah, maju, dan sejahtera.
Beberapa prioritas pembangunan yang ditekankan antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia, reformasi birokrasi, penguatan infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah, pengembangan kawasan perbatasan, serta dukungan terhadap program nasional seperti makan bergizi gratis, ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan ekstrem, dan penurunan stunting.
“Usulan yang disampaikan hendaknya merupakan hasil musyawarah yang matang di tingkat desa dan kelurahan, realistis, serta sesuai kewenangan dan kemampuan keuangan daerah,” tegasnya.
Musrenbang Kecamatan Pinggir Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Asisten II Setda Bengkalis, ditandai dengan ajakan membangun komitmen bersama demi mewujudkan Kecamatan Pinggir yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera.( Tambunan )

0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.