Haul Gus Dur, Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya Ingatkan Pentingnya Merawat Alam

Ahmadiyah Tasikmalaya
Haul Gus Dur, Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya tekankan pentingnya menjaga dan merawat alam sebagai wujud kepedulian lingkungan hidup.

Tasikmalaya, SHR – Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia Tasikmalaya menegaskan bahwa merawat alam adalah bagian dari praktik keagamaan.


Pernyataan tersebut diungkapkan dalam gelaran Haul ke-16 Gus Dur digelar Gusdurian Tasikmalaya di Pondok Pesantren Mathlabul Hidayah, Cigalontang.


Perwakilan Jemaat Muslim Ahmadiyah Tasikmalaya, Mawahibur Rahman yang hadir sebagai pembicara, menilai tema ‘Agama untuk Alam’ sangat relevan.


Terlebih menurutnya saat ini bencana ekologis di berbagai daerah tengah meningkat.


“Gus Dur bukan hanya berbicara tentang keragaman pemahaman, tapi juga keragaman hayati. Menjaga alam adalah bagian dari cara kita menjalankan agama,” ujar Mawahibur Rahman.


Menurutnya, kesadaran ekologis seharusnya lahir dari kesadaran spiritual.


Mawahibur Rahmanmengibaratkan, cara manusia menjaga alam seharusnya sama dengan cara manusia menjaga keberagaman keyakinan.


“Seperti kita menjaga alam dengan baik sebagai manusia beragama, seperti itu pula kita menjaga keragaman pemahaman di Tasikmalaya,” katanya.


Komitmen itu tidak berhenti di forum diskusi. Mawahibur mengungkapkan bahwa Jemaat Ahmadiyah Indonesia tengah menjalankan program penanaman 100 ribu pohon secara nasional, yang juga telah dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya.


“Langkah kecil ini mudah-mudahan membuat Tasikmalaya lebih asri, lebih rindang, dan lebih baik,” ungkapnya.


Pesan tersebut selaras dengan semangat Gus Dur tentang keadilan ekologi yang kembali dihidupkan dalam haul tahun ini.


Sementara itu, Koordinator Gusdurian Tasikmalaya, Zeynda Usman Awliya menyebut nilai Gus Dur memang tidak bisa dilepaskan dari isu lingkungan.


“Gus Dur bahkan pernah mendorong moratorium ilegal logging. Artinya, isu ekologi sudah beliau pikirkan jauh sebelum menjadi isu global,” jelasnya.


Dalam konteks tersebut, gerakan tanam pohon yang dilakukan Jemaat Ahmadiyah menjadi contoh konkret bagaimana nilai agama diterjemahkan menjadi aksi ekologis di tingkat akar rumput.


Haul ini memperlihatkan bahwa merawat bumi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aktivis lingkungan, tetapi juga komunitas keagamaan.


Dari pesantren di kaki Galunggung, Jemaat Muslim Ahmadiyah memperlihatkan bahwa kontribusi terhadap toleransi dapat berjalan beriringan dengan kontribusi terhadap lingkungan.**

Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.