Dijadikan Tempat Wisata Dan Dikutip Retribusi Oleh Pemkab Karo, Ternyata Lau Kawar Masuk Zona Merah Gunung Merapi Sinabung.

 



Medan, (SHR)Kawasan Danau Lau Kawar, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, ternyata masuk kategori zona merah gunung berapi Sinabung.



Hal ini dibenarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Tuahta Rahmajaya Saragih kepada wartawan senin (2/2) sore. 

Ia menyebut, danau yang berada di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo ini berada di zona kawasan rawan bencana (KRB) III.

Dalam peta yang dikirimnya, zona KRB III adalah wilayah paling berpotensi terkena aliran awan panas, aliran lava, gas vulkanik beracun, hingga aliran lahar.

Diketahui, kawasan ini sekarang dijadikan tempat wisata alam berupa villa, maupun area kamping bagi para wisata lokal hingga manca negara.

Bahkan, ada juga bangunan permanen beton berupa kafe, Villa dan penginapan yang sudah berdiri kokoh di seputar Danau Lau Kawar. 


Saat ini, area wisata Danau Lau Kawar ini ramai didatangi wisatawan berbagai daerah.


Mereka datang menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, juga bus kecil untuk berkemah atau sekadar jalan-jalan menikmati liburan dengan panorama pemandangan Alam Lau Kawar dan gunung sinabung.


Meski demikian, kepala BPBD mengatakan saat ini gunung Sinabung berada di level 2, karena berjarak 2,5 Kilometer dari arah Utara Sinabung.


Sehingga menurutnya direkomendasikan tidak berbahaya.Akan tetapi kondisi ini bisa berubah apabila terjadi peningkatan level akibat aktivitas.


"Info dari pos pengamat gunung api Sinabung, status bahaya gunung Sinabung saat ini berada pada waspada level 2. Danau Lau Kawar masuk pada zona Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 radius 2 km arah Utara,"kata Kepala BPBD Sumut Tuahta Rahmajaya Saragih, Senin (2/2/2026), kepada wartawan.


“Ditambahkan tuahta,terkait status kondisi itu, kita tetap kembalikan kepada pemerintah daerah/kota nya, dan kita tetap kordinasi, jika itu menjadi ancaman bagi masyarakat, seharusnya pemkab memberikan peringatan kepada masyarakat yang berada di areal kaki gunung sinabung,”Ucapnya.


Diberitakan sebelumnya, seorang pariwisata sebut saja Matius Gea asal kota siantar, Sumatera Utara. Merasa kecewa Saat mengunjungi lokasi Danau Lau Kawar Minggu (1/2/2026). 


Pemuda berdarah Nias ini pun Menyampaikan kekecewaan nya terhadap fasilitas dan retribusi di lokasi wisata danau Lau Kawar yang tidak sesuai dengan retribusi yang dikutip oleh pemkab Karo dengan fasilitas dan kondisi wisata yang ada di Lau Kawar. 


Dimana Matius menceritakan awal kekecewaannya kepada awak media sejak ia masuk ke lokasi wisata danau Lau Kawar bersama rombongan nya pada (31/1/2026) sore. 


Pada saat ia memasuki Lokasi wisata danau Lau kawar bersama rombongan nya pada sabtu (31/1) , ia pun dikenakan biaya retribusi sebesar Rp. 10.000/orang dan biaya parkir sebesar Rp. 5000/ per kendaraan. 


Menurut Matius, ia pun tidak mempermasalahkan hal itu, jika retibusi yang dikutip itu digunakan untuk memperbaiki lokasi wisata Danau Lau Kawar dan bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat sekitar, tentu menurutnya hal itu sangat baik dan sudah tepat. 


Akan tetapi, kekecewaan nya mulai memuncak ketika ia bersama rombongan mulai  memasuki Lokasi wisata, dimana, saat sampai di lokasi (Kemping) di Assri Taman Lau Kawar simalem, ia pun harus dikenakan lagi biaya parkir sebesar Rp.20.000/kendaraan Roda 4.


Tentu hal ini membuat dirinya sebagai seorang pariwisata merasa ditipu dan dirugikan oleh oknum yang mengutip retribusi mengatasnamakan pemkab Karo itu. 


Karena menurut Matius, seharusnya ia tidak lagi harus membayar retribusi parkir, karena retribusi itu sudah di kutip terlebih dahulu di pengutipan retribusi sebesar Rp.10.000/Orang dan Orang, namun faktanya dilokasi wisata kendaraan nya bersama rombongan pun tetap di kutip kembali. 


“Dari sisi pada saat masuk, kita harus membayar retribusi, untuk per orang dikenakan sekitar Rp10.000/Orang untuk kendaraan Rp.5000/ Kendaraan,Nah ternyata di lokasi wisata juga kita harus bayar parkir lagi,tentu inikan tidak sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh Pemkab,”Ucap Matius. 


“Selain itu, kita melihat dari segi fasilitas atau infrastruktur jalan di sini cukup hancur, Padahal dari sisi pemandangan, dari sisi wisata di Karo ini cukup bagus. Lau Kawarnya cukup cantik,sama percis seperti luar negeri. Bisa dikatakan seperti Swiss lah salah satunya,”Katanya.(Tim)

Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.