Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Ajak Generasi Muda UNDIP Berperan dalam Transformasi Tata Ruang dan Pertanahan Nasional

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Ajak Generasi Muda UNDIP Berperan dalam Transformasi Tata Ruang dan Pertanahan Nasional


Semarang, Jawa Tengah||
Swarahatirakyat.com
 Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melakukan kunjungan kerja ke Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang untuk menjadi pemateri dalam acara “Indonesia Punya Kamu”. Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah dan generasi muda terkait pembangunan agraria dan tata ruang Indonesia.

Dalam penyampaiannya, Menteri Nusron menekankan pentingnya keterlibatan aktif generasi muda sebagai motor inovasi dalam pengelolaan ruang dan tanah yang adil, modern, dan berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa perkembangan teknologi dan dinamika pembangunan menuntut kontribusi pemikiran akademis yang lebih progresif.

> “Indonesia membutuhkan generasi muda yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membaca tantangan ruang, tanah, dan kebutuhan pembangunan nasional. Peran kalian sangat penting dalam memastikan tata ruang yang aman, berkeadilan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Nusron Wahid.



Menteri Nusron juga menyoroti percepatan transformasi digital layanan pertanahan sebagai bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan modern land administration. Ia mendorong mahasiswa untuk berkontribusi melalui riset dan inovasi teknologi, terutama dalam mempercepat reformasi agraria, meningkatkan efisiensi layanan, hingga merancang sistem mitigasi konflik pertanahan.

Kegiatan “Indonesia Punya Kamu” berlangsung interaktif dengan berbagai sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta antusias membahas isu-isu strategis seperti digitalisasi pertanahan, tantangan sengketa tanah, kebijakan tata ruang, hingga penguatan partisipasi publik dalam pembangunan ruang yang inklusif.

Kehadiran Menteri ATR/BPN di UNDIP diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan generasi muda dalam membangun ekosistem tata ruang Indonesia yang lebih ilmiah, adaptif, dan berbasis teknologi.
(C.siahaan)

Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency Nusron Wahid Encourages UNDIP Students to Take Active Roles in Indonesia’s Spatial and Land Governance Transformation

Semarang, Central Java — 
Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/Head of the National Land Agency (ATR/BPN), Nusron Wahid, conducted a working visit to Diponegoro University (UNDIP) Semarang to speak at the “Indonesia Punya Kamu” youth engagement event. The program served as a strategic platform to strengthen dialogue between the government and young people regarding the future of Indonesia’s land and spatial planning sector.

During his presentation, Minister Nusron emphasized the crucial role of young generations as drivers of innovation in building a land and spatial governance system that is fair, modern, and sustainable. He highlighted the need for academically strong yet socially responsive youth who can address contemporary spatial challenges.

“Indonesia needs young people who are not only academically capable but also highly responsive to the dynamics of land and spatial development. You play a critical role in ensuring spatial planning is safe, equitable, and supportive of sustainable economic growth,” Nusron Wahid stated.

The Minister also underscored the importance of accelerating digital transformation in land services as part of the government’s commitment to establishing a modern land administration system. He encouraged students to contribute through research and technological innovation—particularly in supporting agrarian reform, improving service efficiency, and developing mechanisms for mitigating land-related conflicts.

The “Indonesia Punya Kamu” event featured interactive discussions, including Q&A sessions on digital land services, spatial policy, land dispute challenges, and broader public participation in inclusive spatial development.

Minister Nusron’s visit is expected to strengthen collaboration between government institutions, academia, and youth communities in building a more scientific, adaptive, and technology-driven spatial governance ecosystem for Indonesia.(cs)
Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.