Trinof Frenando Sianturi, Robohnya Jiwa Kebangsaan



Medan( SHR) Bunda TERESA berkata “ Bila Engkau Jujur dan Terbuka, Mungkin saja Orang Lain akan menipumu;
Bagaimanapun Jujur dan Terbukalah “. Penulis mencoba mengikutin kegelisahan hati penulis tentang
Semangat Jiwa Kebangsaan untuk tetap menjaga PANCASILA dan UUD 1945.
Bangga memiliki PANCASILA dan UUD 1945 saat ini, semakin memudar dan tidak heran sekelompok
Organisasi tertentu secara terang-terangan mencoba untuk mengganti Pancasila dan UUD 1945 dengan
sesuatu yang menurut kelompok tersebut bahwa sistem mereka lebih baik dan di Jamin Masuk Surga.
Penulis pernah membaca kata-kata Bijak Presinden Ir. Soekarno yaitu : “ Barang Siapa Ingin Mutiara,
Harus berani terjun di lautan yang Dalam “. Untuk mendapatkan mutiara saja, kita harus terjun dan
korbankan nyawa kita. Apakah Mutiara lebih baik dari SURGA. Kesan bagi saya bahwa kenapa para
kelompok tersebut membuat sangat-sangat Mudah untuk masuk Surga. Pemerintah Indonesia harus
berani tegas dan mengambil tindakan yang terukur akan PAHAM SURGA ini, agar para generasi Muda
selamat dan mereka bisa Hidup di NKRI ini dengan berdasarkan PANCASILA dan Selalu Memiliki sifat
KASIH kepada sesama MANUSIA sesuai dengan yang di ajarkan ISA ALMASIH kepada para pengikutnya
bahwa Sifat KASIH kepada sesama umat manusia itulah yang mencerminkan sifat Allah sebenarnya.
Penulis berani memastikan bahwa ajaran kebencian, permusuhan, mengkafirkan dan bahkan
menghalalkan untuk membunuh adalah Ajaran MANUSIA bukan Ajaran ALLAH. Allah itu MAHA
KUASA..MAHA ADIL..MAHA PENYAYANG dan MAHA BESAR. Untuk itu, marilah kita selalu berusaha dan
mencoba untuk memiliki jiwa KASIH kepada sesama manusia.
PANCASILA dan UUD 1945 harga mati buat Indonesia, Kenapa ? Karena Indonesia terdiri dari berbagai
suku dan agama yang berbeda-beda. untuk itu tidak ada Sistem yang lain dan yang paling cocok di NKRI
ini selain PANCASILA. Mari kita lawan paham PKI dan HTI. PKI sudah lama mati dan terkubur di Indonesia
ini, dan sekarang yang ada di depan mata kita yaitu para pengikut dan simpatisan HTI. Mreka
berkembang, membentuk sel-sel di sekolah, kampus, pemerintahan bahkan di Partai Politik semenjak
masa pemerintahan SBY selama 10 tahun. Tidak ada tekanan buat mereka dan bahkan kesannya
Pemerintah pada saat itu membiarkan paham HTI yang sangat ingin sistem Indonesia Syariah Islam.
Jokowi merupakan mimpi buruk bagi HTI, walaupun berbadan kurus dan bukan Jenderal berani menutup
HTI dan menyatakan HTI organisasi terlarang sama seperti PKI. Tindakan President Jokowi ini
mengingatkan saya atas pernyataan President Amerika Serikat yaitu Abraham Lincoln yang
menyatakan “ Pastikan Anda Meletakkan Kaki Anda di Tempat yang Tepat, Lalu berdirilah Tegak “. Hal
ini membuat Marah Besar para petinggi HTI dan Pengikutnya sehingga dengan berbagai cara mereka
mencoba untuk menjatuhkan Jokowi dengan harapan agar mereka dapat berkembang lagi di NKRI ini.
Merebut saham sebesar 51 % mencoba untuk bermimpi bahwa emas-emas yang ada di freeport itu akan
di gunakan untuk kemakmuran masyarakat Indonesia. Mimpi besar dari president Jokowi sama dengan
pernyataan President seokarno yaitu “Bermimpilah setinggi langit, Jika Engkau Jatuh, Engkau akan
Jatuh diantar Bintang – bintang “. Mari kita dukung Jokowi untuk bermimpi dan bekerja bersama.
Pengambilan sahamt 51 % membuat kesal pihak freeport, Maka tidak heran mulai ada sekelompok
orang papua berteriak minta Papua Merdeka. Sekali Lagi Rasa Jiwa Kebangsaan akan Cinta NKRI
ternodain oleh sekelompok masyarakat yang ada di Papua yang kebanyakan terdiri dari para
Mahasiswa. Mereka tidak sadar bahwa baru President Jokowi lah yang sudah 7 kali mengunjungi Papua
dengan membawa bantuan pembangunan yang empat kali lipat dari president sebelum dengan tujuan
agar masyarakat Papua semakin memilikin jiwa kebangsaan dan sejahtra. Papua tidak akan bisa
merdeka, karena Papua di rebut dari tangan penjajah Belanda dengan tumpah darah. Papua hanya
bisa Merdeka ketika misi HTI untuk jadikan Indonesia Syariah Islam tercapai dan pada saat itulah
Benteng terakhir dari Jiwa Kebangsaan Indonesia yaitu Pancasila dan UUD 1945 Roboh dan di
hancurkan oleh para petinggi HTI yang bergabung dengan para politikus busuk yang tampa sadar
memberi lampu Hijau dan karpet Merah kepada HTI untuk terus menginjak nginjak Pancasila.
Untuk Penutup, maka penulis mencoba untuk mengkutip sekali lagi Pernyataan Bunda Teresa yaitu
“Buah dari Perenungan adalah DOA, Buah dari DOA adalah IMAN, Buah dari IMAN adalah CINTA, Buah
dari CINTA adalah PELAYANAN, Buah dari Pelayanan adalah KEDAMAIAN”. Terakhir pesan penulis
khusus buat pelayan ALLAH dan Mengaku Sering berdoa ke ALLAH setiap hari, Maka wajib hukumnya
buat Saudara untuk melakukan Pelayanan untuk menciptakan Kedamaian di Masyarakat Indonesia.
Apabila tidak anda lakukan, maka Anda lah yang di katakan Nabi-Nabi Palsu pada Akhir Zaman ucap trinov frenado sianturi. ( ceria)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276