Keluarga ALM Iskandar Terus Menunggu Peri Kemanusiaan Gudang CHC Gabion


BELAWAN, Terkait  pemberitaan  yang dilangsir media online ini Swara Hati Rakyat, Minggu(02/11) dengan judul Keluarga ALM Iskandar Masih Menanti Peri Manusiawi Gudang CHC Gabion Belawan

Nasib ALM Iskandar sebagai awak kapal PI yang berpangkalan di Gabion Belawan, yang beralih bekerja sebagai penjahit pukat di Gudang CHC Gabion Belawan, hingga kini belum temukan titik terang.

Rosnidar istri dari awak Kapal tersebut warga Pulau Ambon Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan mengeluhkan sikap pemilik gudang yang tidak bertanggung jawab terhadap suaminya. Suaminya meninggal dunia dua bulan lalu saat bekerja menjahit pukat.

"Kemarin, alm Iskandar lagi membubul jaring, selesai makan ia langsung tidur, setelah itu almarhum meninggal alias tak bernyawa lagi" ucapnya yang mengaku empat bulan terakhir almarhum Iskandar Merantau dibeberapa daerah pesisir pantai timur hingga ke Belawan,
Ia menilai tak diberi santunan kematian atas suaminya oleh pihak pemilik Gudang CHC Gabion
"Sungguh tidak manusiawi pemilik kapal di Gudang CHC tersebut," kata Rosnidar.
Masih Rosnidar, diwaktu itu setelah suaminya meninggal, kemudian dicarilah keluarga, selesai jenazahnya dikebumikan , kemudian keluarga menanyakan kegudang yang tak manusiawi itu .

"Masalahnya sudah selesai, kalau mau tahu selengkapnya, tunggu aja diluar, itu kata toke gudang CHC, Kemudian datanglah perwakilan orang gudang, ibu mau ngapain kemari, kan kemarin sudah diberi uang tiga juta partisipasi kawan boat, ibu mau minta apalagi, toke udah bayar uang pisum, ibu pikir uang pisum itu murah, Dibilangahnyja dia numpang tidur, kalau mau lebih jelas tanya aja ke PolAir" ujar dia kembali yang langsung menanyakan permasalahan kepada Keamanan laut namun jawabnya sang suami hanya baru bekerja satu hari saja digudang itu.

Kami inginkan keadilan pak, sampai kini belum ada keprihatinan pihak pemilik gudang, itu pun Alhamdulillah dikasi uang sebesar tiga juta  partisipasi kawan satu boat, tambah Rosnidar lagi.

Sementara itu, pengamat nelayan Belawan Lili Popo Yadi mengatakan bahwa nelayan harus diperhatikan dan disejahterakan bukan untuk dizolimi.
"Kita meminta keadilan ditegakkan untuk para nelayan - nelayan yang bekerja digudang Gabion khususnya gudang CHC Belawan, ini disangka nanti tidak berperi kemanusiaan, alias tidak manusiawi sekali, kami akan tetap mengontrol kasus ini hingga lebih masiv lagi" ucap Popo.

Ditempat terpisah pada acara-acara pengukuhan kumpulan pers, waktu itu perwakilan DitPolairdasu TP Tampubolon menyatakan bahwa belum ada keluarga korban yang  melapor keruangan nya, "Belumkeluarga korban yang melaporkan ke kantor" katanya.(Ariel)


Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar