Terkait Rapat Wali Murid Ricuh, Ini Statement Kepsek MAPN 4 Medan


MARTUBUNG
Kepala Madrasah Aliyah Persiapan Negeri 4 Medan Nurkholidah Lubis mengatakan bahwa kericuhan yang terjadi saat berlangsungnya rapat wali siswa yang diadakannya hari Sabtu (25/8/2018) dikarenakan adanya sejumlah oknum guru yang membuat keributan.

"Ternyata ada oknum guru yang membawa anggota mereka untuk meribut. Contohnya tadi waktu ada insiden dibelakang, itu guru-guru yang sudah dipecat mau datang lagi kemari. Keamanan lalu menyuruh keluar karena tidak ada hak dia," ujarnya, Sabtu (25/8/2018).

Nurkholidah menuturkan bahwa rapat antara kepsek dan Walisiswa digagasnya tersebut dibuat karena sebelumnya ada berita yang berkembang di WhatsApp bahwa sekolah MAPN 4 Medan libur sampai dirinya diturunkan dari jabatan kepsek.

"Beberapa hari yang lalu, oknum tidak tahu apa siswa atau guru membuat di WhatsApp bahwasannya sekolah libur sampai turunnya kepala sekolah. Jadi terkait itu saya buat di grup WA MAPN 4 bahwa sekolah tidak libur di hari Jumat dan resmi," terangnya.

Namun, sambung Nurkholidah, pada hari jumat (24/8/2018), Ternyata ada oknum guru yang setelah datang ke sekolah, finger print, lalu justru mencegat siswa di depan MAPN 4 dan menyuruh mereka pulang.

Atas kondisi itu, pada hari Jumat itu juga Nurkholidah pun kemudian kembali membagikan surat resmi untuk kepada sekita 50-an siswa yang ada disekolah untuk dikasih ke orangtua masing-masing. Tujuan diadakannya rapat itu, kata Nurkholidah ini untuk mengajak setiap orangtua agar menyuruh anaknya sekolah dan mengajak siswa-siswi supaya ke depan tidak lagi berdemonstrasi.

"Surat tersebut berisi agenda rapat supaya datang hari Sabtu (25/8/2018) jam 9 pagi untuk memusyawarahkan bagaimana agar kondusif belajar ke depan bagi orang tua yang anaknya mau belajar. Tapi tadi jadi ribut-ribut itu, " kata Nurkholidah.

Ke depan, lanjut Nurkholidah, dirinya akan kembali mengadakan rapat dengan wali siswa. Selain mengundang Walisiswa dirinya juga akan mengundang pihak kecamatan, Pihak kepolisian, dan muspika lainnya.

"Saya rencana undang kembali walimurid hari Kamis. Dan itu bukan untuk saling hujat, tapi untuk katakan ke murid yang sebenarnya bahwa sejak saya datang Februari 2017 hingga hari ini apa saja gebrakan saya, apa yang tidak disukai mereka akan saya paparkan semua," jelasnya.

Sementara, terkait tudingan korupsi yang terus dituduhkan padanya, Nurkholidah berdalih kalau itu hanya pikiran negatif orang-orang yang tidak menyukainya. Sebab, menurut Nurkholidah, dirinya sudah berbuat untuk sekolah, sudah menjalankannya kewajiban seperti membayar gaji guru, dan melakukan gebrakan di MAPN 4 Medan dengan melakukan sejumlah pembangunan.

"Untuk tuduhan korupsi itu orang yang mungkin pikirannya negatif yang percaya. Soalnya bangunan berdiri dan lagi dibangun, guru tidak pernah tidak gajian. Soal hak murid sengaja guru-guru tidak membagikan baju supaya imagenya saya tidak membagikan, padahal itu bukan urusan kepala sekolah," tandasnya. (Ariel)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276