Kapolda Sumut Mengatakan 13 Bulan Memimpin Jajaran Polda Sumut, Membuat Paham Keberagaman Sejarah Dari Provinsi



Medan, (MorisNews) Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan selama 13 bulan memimpin jajaran Polda Sumut membuat dirinya menjadi lebih paham akan keberagaman dan sejarah dari provinsi ini.
Ini disampaikan Irjen Paulus pada saat menyampaikan kata sambutan di acara silaturrahmi para Pemred dan wartawan di The Hill, Sibolangit, malam tadi.
Kapolda mengaku, selama menjabat menjadi orang nomor satu di Polda Sumut pihaknya lebih suka blusukan untuk mengetahui apa yang terjadi di Lapangan  daripada duduk di kantor sambil menikmati makanan mewah.
“Saya memang sangat suka kemana-mana saat menjadi Kapolda. Tapi ini bukan hanya sekedar jalan-jalan. Ini merupakan kunjungan kerja, yang sering saya anggap sebagai blusukan,”katanya.
Satu blusukan yang dilakukan Irjen Paulus Waterpauw adalah saat menemani bekas ajudannya yang dari Papua dan datang ke Kota Medan. Kedatangan mereka, kata Irjen Pol Irjen Paulus Waterpauw, hanya ingin melihat Danau Toba.
“Saya setir mobil sendiri mulai dari Tomok, Tele, Dairi, Tanah Karo, Brastagi, dan Kota Medan. 8 jam perjalanan saya sopir sendiri. Saya setir sendiri untuk melihat fenomena,”ujarnya.
Fenomena tersebut, kata Irjen Paulus, terlihat ketika di Sibolangit macet total sampai mendekati perbatasan Kota Medan. Di sini, sambungnya, dirinya melihat ada permasalahan yang terjadi kenapa macet di jalur Brastagi saat hari libur tiba.
Masalahnya, kata Kapolda Sumut ke-41 ini, karena ada pertigaan dan penyempitan jalan. “Di situ saya langsung mengumpulkan para Kasatlantas melalui selular kenapa tidak pernah mencoba rekayasa jalan menuju Brastagi,”ujarnya.
Ia mengaku pihaknya menerangkan kepada para Kasatlantas dan polisi dari Polsek terdekat kalau di puncak Ciawi itu sudah rutin setiap Sabtu dan Minggu tiba, petugas kepolisian melakukan buka tutup jalur. “Kenapa kalian tidak lakukan ini? Kenapa tunggu Kapolda turun baru kalian bergerak. Ini kan bisa disosialisasikan masalah buka tutup arus. “Jam berapa sampai jam berapa buka tutup arus ke jalur Brastagi kan bisa diatur. Jadi, maksud saya, kehadiran kita harus ada solusi dan perubahan. Kalau kita cuma duduk di kantor dan makan enak di ruangan, mana mungkin kita bisa lihat fenomena kecil seperti ini. Kalau cuma terima laporan dari bawah, ya pasti mereka bilang yang bagus-bagus sajalah,”katanya.
Fenomena lain, sambung Kapolda, saat dirinya melintas di Tele, ada kebakaran hutan dan lokasinya dekat dengan Polres. “Saya tegur langsung Kapolresnya. Kalau kita kurang turun ke bawah, kita tidak pernah aktif. Kita tidak pernah ketemu barang itu. Itu yang saya lakukan selama menjabat sebagai Kapolda,”ujarnya.
Lebih lanjut, Irjen Paulus menjelaskan bahwa semua sudah dilaksanakannya dengan kerja keras bersama seluruh anggota dan perwira. Artinya waktunya sudah selesai mengabdi di tanah berbilang kaum ini. Selanjutnya sudah diberi amanah untuk tugas lain dan sebagai seorang abdi masyarakat siap melaksanakan tugas baru di Markas besar Polri (Lemhannas). “Saya yakin Tuhan akan pimpin dan terus menuntun saya dimana saja bertugas dan berkarya demi bangsa dan negara ini, amin,” harapnya.(ceria)
Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar