Terdengar lagi Nelayan Tradisional Berjuang Melawan Ombak Dilaut, Istri Nelayan Palu Sibaji Berharap Suami Kembali


DELI SERDANG - SHR
Setelah terdengar beberapa waktu lalu nelayan persisir perairan Belawan korban ombak besar dilaut lepas, kini hal yang sama terjadi, kali ini dialami Rozali dan kawan-kawan warga dusun satu Desa Paluh Sibaji Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang yang harus berjuang melawan ombak laut di seputaran pulau berhala sebelah selatan, Minggu(10/12/17).

Awalnya, Hasyim(58), Rozali(45), Aman(30) dan Maswan(40) yang sama-sama warga desa Paluh Sibaji berangkat dari Tempat Pelalngan Ikan(TPI) perairan pantai Labu pada hari Minggu(26/11/17), singkatnya setelah sampai di 35 mil dibibir pantai Pulau Berhala Sebelah selatan, mereka dibantai ombak besar dan menelangkupkan sampan mereka, hingga mereka terlempar sektar 500 meter oleh ombak dari jarak sampan mereka. hanya dengan bermodalkan satu tutup fiber, mereka(Rozali, Aman dan hasyim)ketiganya menyelamatkan diri ,dari satu tutup fiber itu tadi ketiganya terkatung-katung dilaut selang tak berapa lama dikarenakan Hasyim terminum air laut terlalu banyak, akhirnya dia meninggal dunia, perjuangan tersebut mereka (Rozali dan Aman) alami selama dua hari dua malam berjuang dan bertahan hidup dilaut lepas hingga datang bantuan pertolongan dari kapal india.

"Mayat hasyim mengitari kami bang, ga mau jauh dari kami, namun pada saat itu belum ada bantuan apa pun, namun apalah daya akhirnya mayit kami lepas, selama dua hari dua malam kami pun ditolong kapal orang India, Alhamdulillah kami selamat ketiganya" kata Rozali

Istri Nelayan Tradisional ini Berharap Suami Kembali

Ditempat terpisah, Susi salah seorang istri nelayan tradisional hingga saat ini menanti suaminya yang tak kunjung pulang, kuat dugaan sampan yang naiki kehabisan minyak(mesin rusak) terdampar hingga diperairan Malaysia.

Kejadian ini diceritakan Susi di kantor koperasi Nelayan Desa Paluh Sibaji, menurutnya sampan suaminya Rizki Ramadhan berangkat dari TPI Paluh Sibaji dengan tekong sampan bernama Mujiono(50), dan terdiri dari tiga anggota sampan yakni Fandi, Rizki Ramadhan dan Ibrahim yang sama-sama warga dusun satu Paluh Sibaji Kelurahan Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang.

"Mereka berangkat pada hari Selasa(21/11/17) , namun sampai hari ini mereka belum pulang, kemarin pada tanggal (8 /12) kedengaran melalui tetangga saya bahwasanya mereka karena kehabisan minyak entahpun mesin mereka rusak, mereka terdampar hingga diperairan Malaysia.dan tertangkap di Raja Malaysia" ujar Susi mewakili istri -istri nelayan tradisional yang tak kunjung pulang.

Ali hanafiah selaku tokoh nelayan Pantai Labu mengatakan bahwa ada tujuh Nelayan yang datang dan sedang didata, butuh bantuan pertolongan dari berbagai pihak.
"Untuk Alm hasyim itu dia tak ada kartu asuransi nelayannya, dan untuk bu Susi akan kita ajukan nanti dan pasti akan kita perjuangkan, apalagi ini kan menyangkut nasib para nelayan, kita meminta tolong kepada seluruh aspek pemerintah untuk meninjau hal ini" tegas Ali yang diamini Amirsyah panjaitan. (Ariel)




Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276