Poldasu Siap Amankan Nguduh Mantu Putri Presiden RI



Medan, (SHR) Hajatan pernikahan putri Presiden Indonesia Joko 'Jokowi' Widodo yakni Kahiyang Ayu dengan Bobby Afif Nasution akan dilangsungkan di Bukit Hijau Residence Kompleks Taman Setia Budi Indah, Medan selama tiga hari, mulai 24 sampai 26 Nopember 2017.

Polda Sumut menyatakan sudah siap sedia mengamankan hajatan tersebut. mempersiapkan pasukan pengamanan. Apel Gelar Pasukan untuk pengamanan pesta pernikahan putri Jokowi digelar di lapangan KS Tubun Markas Polda Sumut, Medan, Senin (20/11) pagi.

Apel pasukan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumut Irjen Polisi Paulus Waterpauw. Apel ini juga dihadiri Wakapolda Sumut Brigjen Agus Andrianto dan seluruh pejabat utama Polda Sumut.

Paulus Waterpauw mengatakan apel gelar pasukan ini bertujuan, mengetahui sejauh mana kesiapan dari masing-masing satuan tugas pengamanan, baik kesiapan personel maupun kesiapan materil pengamanan serta bentuk sarana pendukung lainnya.

"Saya berharap satuan tugas pengamanan sudah memiliki kesiapan operasional yang baik dan terencana, sarana prasarana pendukung paripurna yang mampu mengatasi dan menangkal berbagai kerawanan dan situasi kontijensi yang mungkin terjadi berdasarkan perkiraan intelijen dan beberapa antisipasi dari hasil rapat koordinasi selama ini," ujarnya.

Mantan Kapolda Papua ini berharap, kegiatan pengamanan benar-benar terencana, terkoordinasi dengan baik, terjalin kerjasama yang sinergis, terarah, terpadu dalam koridor pengawasan dan pengendalian yang jelas dari masing-masing satuan pengamanan atau instansi terkait.

Lebih jauh Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Keamanan Mabes Polri ini menandaskan, apel gelar pasukan ini merupakan kesiapan di bidang pengamanan, dimulai dari sebelum kedatangan presiden, saat kedatangan, saat presiden berjalan ke lokasi-lokasi kegiatan, saat pelaksanaan setiap rangkaian pesta pernikahan hingga kembalinya presiden ke Jakarta. Pihaknya telah menempatkan sejumlah personel di titik-titik pengamanan sesuai tingkat kerawanannya.

Lebih jauh Paulus Waterpauw mengatakan, standar operasional prosedur pengamanan terhadap presiden sebagai orang terpenting di negeri ini, tetap dipedomani. Ia menekankan, kepada bawahannya agar selalu mengambil langkah-langkah antisipasi terhadap setiap usaha yang dapat menganggu kelancaran, ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan pesta pernikahan putri Presiden Jokowi.

Kepada setiap komandan satuan tugas pengamanan, Irjen Paulus berpesan, mereka harus mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, mampu memperkirakan situasi, mampu melaporkan situasi dan berkoordinasi serta mengambil keputusan penting bila itu memang dipandang perlu dan memaksa. (ceria)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276