KapoldaSumut Releas Kasus Pratik Pemalsuan Sim


Medan, (SHR). Menyangkut praktik pemalsuan SIM yang terungkap belum lama ini, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw, Sabtu (30/9) sore, tak menampik berbagai indikasi yang ditengarai menjadi faktor pendorong tingginya permintaan SIM "tembak" yang belakangan diketahui palsu.
Salah satu indikasi yang dianggap paling relevan yaitu akibat sulitnya memperoleh SIM melalui jalur resmi, baik dalam proses pengurusan maupun mekanisme pengujian kepada para pemohonnya. Terlebih membutuhkan biaya cukup lumayan dengan keharusan sertifikat berkendara.
"Memang banyak indikasi-indikasi yang kita temukan menyangkut kenapa pemalsuan SIM ini bisa dilakukan. Kita juga mendapat informasi-informasi demikian setelah diungkapnya kasus ini. Untuk itu berbagai hal berkaitan kasus ini tentu masih didalami lebih jauh, " ungkap Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpaus, Sabtu (30/9/2017).
Dari indikasi-indikasi tersebut, dikatakan Paulus, pihak kepolisian saat ini masih menyelidiki dugaan adanya sindikat pembuat SIM palsu serupa yang melakukan praktik ilegal di tempat lain. Terlebih lagi menurutnya sangat sulit membedakan secara fisik antara SIM palsu dengan yang asli hanya dengan mata telanjang.
"Ini yang juga menjadi hal yang harus diperhatikan kembali dalam analisa evaluasi berkaitan kasus itu, karena sulit membedakan yang asli dengan yang palsu. Nantinya masalah itu juga harus segera diantisipasi lebih lanjut, khususnya oleh Ditlantas Polda Sumut dan Satlantas Polrestabes Medan, " pungkas Paulus.
Personel Polda Sumut menggerebek sebuah rumah tempat pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu di Jalan Setia Luhur, Gang Arjuna, No 9, Medan Helvetia, Medan, Kamis malam. Polisi menyita jutaan lembar SIM palsu yang ditemukan dalam belasan karung.
Polisi juga menyita sejumlah peralatan untuk mencetak SIM, seperti komputer, alat scanning, serta alat laminating. Bong sabu dan sabu dalam klip kecil dari tersangka HR juga disita.
Tiga orang diduga berperan pembuat SIM palsu dan pencari pembeli ditangkap. Ketiganya diketahui berinisial HR, IR dan RF. Terduga RF bahkan merupakan salah seorang oknum polisi berpangkat Bripka, bertugas di Yanma Poldasu.(ceria)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276