BC Berhasil Menindak Ballpress Dari Kapal Penyelundup KM Tirta Kencana GT 52


BELAWAN - SHR Menindaklanjuti informasi akan masuknya kapal- kapal yang membawa barang illegal dari malaysia tujuan Tanjung Balai Asahan, Kapal Bea dan Cukai yakni BC 9004 (Satgas Patroli Laut BKO Kanwil Sumut), BC 20008 (Satgas Patroli Laut TBK) dan BC 15031 (Satgas Patla Teluk Nibung) melakukan patroli, Kamis(10/08/17)Sekira pukul 23.00 WIB,  

BC 20008 berhasil melakukan penindakan terhadap kapal penyelundup bernama KM Surya Kencana muatan Ballpress dan 4 org ABK di sekitar Pulau Pandang kemudian langsung dibawa ke Belawan..

selanjutnya giliran BC 9004 yang juga melakukan penindakan terhadap kapal penyelundup pada koordinat :
03.23.15 Utara
99.37.00 Timur
lalu dari hasil pemeriksaaan diketahui kapal tersebut bernama KM Tirta Kencana GT 52 bermuatan kurang lebih 800 (balepress) pakaian bekas dan 8 orang ABK di atas kapal, pada Jumat(11/08/17) dinihari Sekira pukul 01.00 WIB.
Selanjutnya BC 9004 membawa kapal beserta muatan dan ABK menuju Pangkalan Kanwil DJBC Sumut di Belawan

Dan BC 20008 memberi informasi bahwa KM Surya Kencana yang ditengah tenggelam dan diselamatkan 1 buah balepress sebagai Barang Bukti dan 4 orang ABK pada Pukul 04.00 WIB(11/08)

Selanjutnya BC 20008 memindahkan 1 buah Balepress dan 4 orang ABK KM Surya Kencana tersebut ke BC 9004 pada pukul 06.00 WIB.

Sebelumnya, Jumat dini hari pukul 02.30 wib ditemukan iring-iringan / konvoi kapal yang mencurigakan tanpa lampu dari arah timur/ tanjung api menuju lampu putih terluar kuala bagan asahan.

Petugas team patla BC15031 melakukan pengejaran terhadap konvoi tsb. Di Saat itu, Tim juga berkoordinasi dengan BC9004 yang ternyata berada disekitar pulau salah nama dan menangkap kapal diduga bermuatan balepress ke arah belawan.
Akhirnya team BC15031 memutuskan untuk melakukan penindakan sendiri tetapi tidak berhasil dilakukan karena posisi konvoi iringan tersebut sangat rapat yang berjumlah 7 kapal bermuatan diduga balepress yg diatasnya sudah banyak massa sambil menyalakan obor dan dikawal oleh 5 kapal pengawal berukuran besar dan sedang.

Team mencoba mendekat dan memberikan aba-aba agar berhenti dan memberikan 2 kali tembakan peringatan ke udara. Kemudian team patla di sambut dengan mercon kembang api dan obor api.
Kondisi saat itu untuk menempel ke kapal balepress dan melakukan penindakan ke kapal balepress sangat tidak memungkinkan karena jarak antar kapal sangat dekat dan sangat beresiko untuk bermanuver.

"Akhirnya Kopat dan Nakhoda memutuskan untuk menghentikan kegiatan penindakan dan standby posisi di lampu mercusuar depan kuala bagan" kata Rizal  Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Sumut (Ariel)

.



Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276