Reses 2017 DPRD-SU Siap Tampung Aspirasi Rakyat


Jenny Riany Luciana Berutu,SH Saat Memberikan Pemaparan mengenai Reses 
Medan,SHR - Anggota DPRD Sumut mulai Jumat (3/3) akan melakukan reses di 33 kabupaten/kota untuk menyambut aspirasi warga di daerah konstituen masing-masing.Informasi yang dihimpun menyebutkan, para wakil rakyat itu sebagian sudah memulai agenda masing-masing dengan melakukan serangkaian agenda untuk warganya, aspirasi segera ditampung.
“Anggota Dewan dari Fraksi Partai Demokrat, Jenny Riany Luciana Berutu, SH saat melaksanakan Reses II Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Tahun Sidang III 2016 – 2017 di Daerah Pemilihan yang dimulai 3 Maret sampai 8 Maret 2017, di Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, Senin (6/3/2017) menemukan banyak penyakit padi milik petani tidak bisa di tanganin masyarakat, sehingga panen padi petani selalu berkurang.
“Bisa jadi hal ini terjadi disebabkan lemahnya penyuluhan pertanian yang diberikan kepada petani, sehingga untuk menangani hama-hama yang menyerang padi, para petani belum bisa mengatasi persoalan ini,” kata Jenny Riany Luciana Berutu,
Sekedar diketahui, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara merupakan salah satu daerah penghasil padi terbesar di Dairi. Kehadiran Anggota DPRD Sumut dari Partai Demokrat, yang melaksanakan reses, disambut oleh masyarakat, para Tokoh Masyarakat dan Camat Lae Parira.
Setelah meninjau persawahan petani, kegiatan reses dilanjutkan dengan dialog dengan masyarakat. Dalam pertemuan itu, masyarakat mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah. Seorang warga, Sudirman Purba perwakilan tokoh masyarakat, berharap Anggota Dewan yang melakukan reses benar-benar siap bekerja keras untuk memperjuangkan hak hak rakyat, terutama dalam peningkatan pertanian.
Misalnya, keberadaan pupuk dan alat alat pertanian agar dapat di permudah demi peningkatan ekonomi di daerah. Dalam pengerjaan proyek, jangan dikerjakan di musim tanam saja, karena saat proyek berjalan air di daerah persawahan susah, bahkan banyak yang kering sehingga kami masyarakat harus menunggu dan musim tanam kami terlambat. “Biasanya kami bisa panen dua kali dalam satu tahun, tapi dengan kondisi ini kami hanya mampu panen 3 kali dalam dua tahun,” ujarnya.
Sementara itu,Tigor Sihite meminta kepada pemerintah untuk memperbaiki kualitas bibit, sebab selama ini bibit yang diterima tidak berkualitas, dan kepada penyuluh pertanian agar benar-benar bekerja dengan baik, saat memberikan penyuluh kepada petani.
Menyikapi keluhan dan aspirasi masyarakat petani Kecamatan Lae Parira, dikatakan Jenny Berutu, apa yang menjadi keluhan dan aspirasi masyarakat ini, Fraksi Demokrat di DPRD Sumut akan secepatnya menindaklanjuti permasalahan ini kepada Pemerintahan Provinsi, dalam hal ini Dinas Pertanian Pemprov Sumut.
Jenny Berutu mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menyempatkan hadir pada reses dewan, meskipun ada kesibukan bertani di sawah, tapi tetap menyempatkan diri hadir. “Kami dari DPRD Sumatera Utara akan memperjuangkan hak-hak masyarakat, dan saya bangga masyarakat Lae Parira mampu mempertahankan komoditi persawahan sehingga bahan pangan dapat produksi tanpa harus mengambil dari luar, semoga kedepan padi dari Kecamatan ini dapat mengirim keluar kota untuk peningkatan ekonomi
Sopar Siburian, SH, MH
Reses merupakan salah satu agenda anggota Dewan untuk menyerap aspirasi rakyat, mengawal program pemerintah pusat/Pemprovsu di daerah pemilihan (Dapil) hingga mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat,” demikian dijelaskan anggota DPRDSU F-Partai Demokrat Sopar Siburian, SH, MH, saat ditemui di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (3/3).
Menurut Sopar, dia berencana menemui warga di 6 titik Kab Taput, Kab Humbahas dan Kab Tobasa. Legislator asal Dapil Sumut IX Kab Taput, Kab Tobasa, Kab Humbahas, Kab Samosir, Kab Tapteng dan Kota Sibolga ini. merinci, ke-6 titik tersebut di antaranya: di Desa Padang Siandomang Kec Garoga Kab Taput. Kemudian siang harinya menuju Desa Rahut Bosi Kec Pangaribuan Kab Taput. Titik III Reses Sopar menampung aspirasi warga Desa Matiti Kec Dolok Sanggul Kab Humbahas pada Jumat pagi.
Selanjutnya titik IV pada Jumat siang ke Desa Silaga-laga Kec Dolok Sanggul Kab Humbahas dan titik V Jumat sore di Desa Hariara Kec Paranginan Kab Humbahas. Reses terakhir dilakukan Sopar pada Senin pagi di Desa Lumban Sirait Kec Permaksian Kab Tobasa.
Mengacu pengalaman sebelumnya, aspirasi warga yang berkembang meliputi permintaan pembangunan jalan pertanian, perbaikan saluran irigasi serta bantuan pupuk bersubsidi untuk tanaman jagung dan kopi. “Warga di sana juga berharap dukungan pemerintah menyediakan bibit ternak kerbau, lembu dan kambing,” ujar Sopar.
Oleh sebab itu, lanjut Sopar lagi, Reses kali ini akan difokuskan untuk mengevaluasi program di Dapil seputar keluhan warga saat agenda Reses beberapa waktu lalu. Sopar berharap, apapun hasil reses Dewan selama 5 hari, sebaiknya tidak sekadar ditampung dalam laporan formal eksekutif melainkan diwujud-nyatakan sebagai bentuk kebutuhan urgen masyarakat.( UC )
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276