Jihad kami adalah cinta, kasih dan sayang


Imam Jemaat Muslim Ahmadiyah, Khalifah Kelima, Hudhur, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan sambutan utama pada resepsi khusus dalam rangka peresmian Masjid Mahmood (Masjid Yang Terpuji ) di Regina, Kanada.
Masjid sebelumnya telah resmi dibuka saat Hudhur menyampaikan Khutbah Jumat di mesjid baru tersebut.
Lebih dari 180 tamu, termasuk Kepala Daerah Provinsi Saskatchewan, Brad Wall, menghadiri acara malam itu yang bertempat di Hotel Ramada Plaza, Regina.
Dalam sambutannya, Hudhur merefleksikan tujuan hakiki didirikanya masjid dan berbicara mengenai komitmen Jemaat Muslim Ahmadiyah untuk mengkhidmati umat manusia.
Di awal sambutannya, Hudhur berbicara tentang situasi di dunia Muslim saat ini, yang digambarkan “sangat berbahaya dan penuh pergolakan”.
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:
“Kita semua menyadari bahwa kelompok ekstrimis Muslim tertentu telah terbentuk dan sedang melakukan kebrutalan yang paling mengerikan. Selain berperang antara satu sama lain, mereka juga melancarkan perang terhadap para pemimpin dan pemerintah mereka. Di lain pihak, Pemerintah negara-negara tertentu juga gagal memenuhi hak-hak warga negaranya sehingga kelompok-kelompok pemberontak terbentuk dan bangkit memberikan perlawanan dengan kekerasan. “
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:
“Akibat dari semua ini, terjadi kemerosotan yang menyeluruh dalam masyarakat di beberapa negara Muslim. Alih-alih hidup damai, negara-negara tersebut terperosok dalam keadaan siklus kekerasan dan perusakan yang terus berulang dan sangat tidak masuk akal. Apa yang sedang terjadi ini merupakan sebuah noda yang mencoreng kemanusiaan.”
Hudhur juga menyatakan bahwa walaupun masyarakat asli Regina khususnya dan Provinsi Saskatchewan umumnya, memiliki hubungan baik dengan umat Islam Ahmadi, ada kekhawatiran di antara masyarakat setempat bahwa pembukaan Masjid bisa mengubah dinamika hubungan tersebut. Namun, Hudhur meyakinkan masyarakat setempat agar tidak perlu khawatir.
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:
“Satu-satunya hal yang direncanakan di Masjid-mesjid Ahmadi kami adalah untuk memastikan bagaimana kami dapat menghilangkan kepiluan dan kesedihan dari orang-orang yang tidak mampu dan kekurangan. Satu-satunya rencana kami adalah untuk menghilangkan beban berat keputusasaan yang dipikul oleh mereka yang ditimpa kesulitan dan kemalangan.”
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:
“Anda akan menyaksikan bahwa Masjid akan menjadi mercusuar cahaya yang menerangi masyarakat dengan nilai-nilai universal dari kebajikan, kasih sayang dan rahmat. Anda juga akan melihat bagaimana Masjid ini menjadi simbol mulia perdamaian, kemakmuran dan perlindungan bagi semua umat manusia.”
Hudhur berbicara tentang bagaimana komitmen Islam dalam mengkhidmati sesama manusia yang berdasar pada ajaran-ajaran Al-Quran dan Sunnah Nabi Islam saw.
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:
“Dari setiap organ tubuh, setiap pori-pori dan setiap serat Nabi saw, menyembur keluar mata air rahmat dan kasih sayang yang kekal bagi umat manusia dan karenanya umat Islam sejati, yang mengikuti beliau, tidak akan pernah bisa masuk Masjid dengan membawa niat jahat atau keinginan untuk menyakiti orang lain.”
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:
“Sebuah Masjid yang hakiki adalah penjamin perdamaian bagi semua orang, dari semua lapisan masyarakat, dan jika, Naudzubillah, sebuah Masjid dibangun tanpa niat mulia ini maka mesjid tersebut tidak akan pernah mencapai tujuan hakikinya.”
Hudhur menyatakan bahwa Jemaat Muslim Ahmadiyah secara kontinyu mengabdi untuk kemanusiaan dan telah mendirikan sekolah-sekolah serta rumah sakit di belahan dunia terpencil yang miskin. Jemaat ini juga sedang mempersiapkan sejumlah proyek kemanusiaan lainnya.
Berbicara tentang pentingnya ketersediaan air bersih dan upaya dari Jemaat Muslim Ahmadiyah untuk menyediakan akses air bersih ke daerah-daerah yang sangat terpencil di dunia, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:
“Air adalah sarana vital kehidupan akan tetapi banyak daerah di dunia yang penduduknya hanya memiliki sumber air bersih yang sedikit atau bahkan tidak mempunyai akses air bersih sama sekali. Di negara-negara Afrika, ketika hujan tempat-tempat penampungan air mereka akan terisi, namun sering kali terjadi kekeringan dan tempat-tempat penampungan air tersebut menjadi kering, sehingga terjadi kekurangan air bersih. Di beberapa daerah pedesaan dan daerah terpencil, meskipun ada hujan, mereka yang tinggal disana bahkan tidak bisa menggunakan air yang tertampung karena terkontaminasi berbagai macam bakteri dan racun.”
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:
“Air yang belum tentu bersih tersebut, untuk mengambilnya bukan tinggal memutar keran di rumah, tapi anak-anak di sana harus berjalan kaki sejauh beberapa kilometer dengan membawa tempat air di kepala mereka untuk mengambilnya. Saya pribadi pernah tinggal di Afrika selama beberapa tahun dan saya melihat dengan mata saya sendiri. Pada usia dimana anak-anak harusnya berada di sekolah dan mempunyai kebebasan, mereka dipaksa oleh keadaan mengerikan di luar kendali mereka untuk bertahan dalam rutinitas sehari-hari yang tak terbayangkan bagi kita yang hidup dalam kenyamanan di dunia Barat. “
Hudhur membandingkan situasi anak-anak di Afrika dengan mereka yang hidup di dunia Barat.
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad berabda:
“Kita di Barat paling hanya mengkhawatirkan bagaimana anak-anak bisa pergi ke sekolah tepat waktu setiap pagi dan hal-hal kecil lainnya. Masalah-masalah yang tidak signifikan ini adalah mimpi yang jauh dari nyata bagi orang-orang yang tinggal di belahan dunia yang miskin. Anak-anak itu akan melakukan apa saja demi mendapatkan kesempatan yang dimiliki oleh anak-anak kita di sini.”
Untuk meringankan sedikit penderitaan tersebut, Jemaat Muslim Ahmadiyah telah memasang pompa-pompa air bertenaga surya dan pompa-pompa manual di sana.
Berbicara tentang momen dimana orang-orang Afrika melihat hasil proyek kemanusiaan seperti ini, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad:
“Setelah lama menjalani hidup yang betul-betul serba kekurangan, pemandangan kegembiraan yang tak tertahankan di wajah penduduk lokal, terutama anak-anak, ketika mereka melihat air bersih untuk pertama kalinya ada di depan pintu rumah mereka adalah pemandangan yang sulit untuk dilupakan. Seolah-olah semua harapan dan impian mereka telah terpenuhi sekaligus dan seolah-olah mereka adalah penerima harta karun seluruh dunia.”
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:
“Kami, Muslim Ahmadi, bangga bisa membantu orang-orang tersebut dan merupakan berkah bagi kami bisa memberikan bantuan dan kemudahan kepada orang lain karena ini adalah cara Islam.”
Sebagai penutup, Hudhur bersabda bahwa Jemaat Muslim Ahmadiyah bertindak atas dasar ajaran Islam yang hakiki dan melakukan Jihad yang sejati, yaitu untuk mengkhidmati sesama dan untuk menyatukan umat manusia.
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:
“Jihad kami bukanlah Jihad pedang, senjata atau bom. Jihad kami bukanlah Jihad kekejaman, kebrutalan dan ketidakadilan. Sebaliknya, Jihad kami adalah cinta, kasih dan sayang. Jihad kami adalah toleransi, keadilan dan simpati bagi manusia. Jihad kami adalah untuk memenuhi hak-hak Allah SWT dan hak-hak ciptaan-Nya.”
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:
“Jika kami membentuk kelompok Jihadi, tujuannya bukanlah untuk menyerang dan membunuh secara brutal orang yang tidak bersalah, atau untuk melancarkan serangan teroris yang jahat di klub-klub malam, stasiun atau di mana pun, tapi untuk menegakkan hak-hak semua orang kapanpun dan dimanapun. Untuk mencapai tujuan tersebut kami tidak mengayunkan pedang atau menembakkan senjata api, senjata pilihan kami adalah cinta, kasih sayang, simpati dan di atas semua itu ialah doa.”
Sebelumnya, berbagai pejabat juga memberikan sambutan, termasuk sambutan selamat datang dari Amir Jemaat Muslim Ahmadiyah Kanada, Tn. Lal Khan Malik.
Hon. (Yang Terhormat) Brad Wall, Premier (Kepala Daerah) Provinsi Saskatchewan, mengatakan:
“Yang Mulia, kami telah mendengar dengan jelas sejak kedatangan Anda di sini, dan sebelumnya, bahwa prinsip fundamental dari Jemaat Muslim Ahmadiyah adalah Cinta untuk semua dan Kebencian tidak untuk siapapun’ (Love for All, Hatred for None). Ini adalah sebuah perintah yang melampaui perbedaan budaya, perbedaan keyakinan, perbedaan agama. Ini adalah ajaran yang relevan bagi kami. “
Hon. Michael Fougere, Walikota Regina, mengatakan:
“Saya merasa terhormat berada di sini dan menyambut Hudhur di kota kami dan mengucapkan terima kasih (kepada Hudhur) untuk hadir di sini … Saya merasa sangat terhormat bisa berbicara mewakili kota Regina untuk mengucapkan terima kasih (kepada Hudhur yang) telah memilih kota kami, provinsi kami. Anda membuat kami lebih kuat sebagai sebuah kota. “
Tn. Evan Bray, Kepala Kepolisian Regina, mengatakan:
“Ini adalah kehormatan besar dan hak istimewa bagi kami untuk menghadiri acara ini dan kita semua bangga menjadi bagian dari peresmian Masjid baru ini.”
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad dan Hudhur kemudian secara pribadi bertemu dengan tamu-tamu non-Ahmadi.
Baik sebelum dan setelah acara tersebut, Hudhur juga bertemu secara pribadi dengan berbagai pejabat dan tamu.( Int )
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276