Parbetor dan Go-Jek Bentrok Lagi


Medan, (SHR) Meski telah dipertemukan pihak kepolisian di Mapolrestabes Medan, Kamis (23/2), nyatanya tak menyurutkan tensi perseteruan antara komunitas para penarik becak motor (parbetor) dengan para awak angkutan berbasis online di Kota Medan. Bahkan kedua kubu masih saja melakukan aksi saling sweeping sehingga berujung bentrok dan terjadinya tindakan kekerasan. 
Terbukti pada Jumat (24/3) sore. Sekelompok driver Go-Jek memukuli seorang parbetor di Jalan Dr Mansyur dekat Pintu IV Kampus USU. Aksi pengeroyokan ini diduga merupakan aksi balasan yang dilakukan sekelompok parbetor di kawasan tersebut terhadap driver Go-Jek.
“Tadi bang, saya lihat pengendara becak bermotor menyetop Go-Jek. Di situ dia sempat dipukuli dan berhasil meloloskan diri, seram kali bang di sini tadi,” jelas Irwan salah seorang mahasiswa USU.
Diduga karena tidak terima dengan aksi para parbetor, ratusan driver Go-Jek berpakaian preman balik melakukan aksi sweeping atas penyerangan rekan  seprofesinya.
“Tak lama, datang ratusan pengendara motor bang. Kayaknya rekan si Go-Jek itu juga. Sweeping mereka di pangkalan parbetor di Pintu 4 USU ini. Informasinya tadi mereka ribut-ribut, rekannya Pario dan Iwan dibawa oleh para Go-Jek,” pungkasnya.
Sementara itu, suasana di Mapolsek Medan Baru yang tiba-tiba tenang mendadak ricuh saat kedatangan puluhan driver Go-Jek dan parbetor, Jumat (24/2) sekitar pukul 18.00 WIB. Kedatangan massa dua kubu itu diduga untuk saling melaporkan atas tindakan sweeping dan penyerangan terhadap rekan-rekan seprofesi mereka. Selain itu juga untuk memberikan dukungan terhadap sesama rekan mereka yang akan diperiksa pihak kepolisian terkait keributan antar-kedua kubu.
“Kami (parbetor) lagi cari sewa di Kampus USU bang. Tiba-tiba saja datang orang Go-Jek sampai 50 orang mukul kami,” terang korban bernama Iwan Lase, parbetor yang menjadi korban amukan para drive Go-Jek kepada wartawan di Mapolsek Medan Baru.
Lase mengaku, selain dirinya yang menjadi korban, dua parbetor lain yang merupakan rekannya turut menjadi korban pengeroyokan sekelompok driver Go-Jek tersebut.
“Ada tiga orang kami yang dianiaya bang. Salah satunya aku lihat lah ini. Koyak jidat aku dibuat mereka (diver Go-Jek),” katanya seraya mengaku ke Mapolsek Medan Baru guna melaporkan kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang dialaminya itu.
Sementara, Dedy Sarso, sekuriti Kampus USU kepada wartawan mengaku ada enam sepeda motor yang diduga milik driver Go-Jek yang melakukan penyerangan dibawa ke Mapolsek Medan Baru. ”Ada enam sepeda motor yang kami antarkan dan inilah helm-helm (Go-Jek) mereka,” kata Dedy.
Terpisah Kapolsek Medan Baru Kompol Ronni Bonic saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. “Bentar ya bang, petugas kita masih melakukan pemeriksaan atas peristiwa tersebut. Kalau sudah siap, kita kabari ke rekan rekan media,” pungkas Ronni. (ceria)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276