Dua Remaja Porsea Terlantar di Mapolsek Medan Kota

Kompol Martuasa Tobing
 Medan, (SHR) Juni Situmorang (16) dan Jaya Silitonga (15), dua anak baru gede (ABG) putus sekolah, asal Desa Sosor Ladang, Kecamatan Parmak Sian, Porsea, Tobasamosir (Tobasa), terlantar di Mapolsek Medan Kota, Rabu (7/2). Niat mencari kerja ke Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, kandas sudah. sampai di Medan, keduanya malah tertipu. Celakanya lagi, mereka harus berurusan dengan pihak kepolisian. Awalnya, Juni dan Jaya berangkat ke Kutacane bersama teman mereka lainnya, Joshua Sinaga (18), dari kampung halamannya menaiki angkutan KUPJ KBT tujuan Medan, Senin (6/2) sekira pukul 17.00 WIB. Mereka tiba di pool KUPJ KBT, Jalan SM Raja, Medan, sekira pukul 22.00 WIB.
"Kami bertiga dari kampung (Porsea) bang. Si Joshua memang orang Kutacane, lama merantau ke kampung kami. Terus kami mau ke kampung si Joshua, mau cari kerja," kata Juni dan Jaya di Mapolsek Medan Kota, Selasa (7/2).
Sesampainya di pool KBT, lanjut keduanya, mereka disambangi seorang penarik becak bermotor (betor) bermarga Pasaribu. Penarik betor itu mengiming-imingi ketiganya untuk bekerja di salah satu rumah makan ayam penyet di seputaran Kecamatan Medan Kota.
Namun sayangnya, Pasaribu tak memberitahukan lokasi rumah makan itu. Seperti terhipnotis, ketiga ABG yang terlihat polos ini menuruti perkataan Pasaribu. "Kami ditanya dari mana. Kami bilang dari Porsea mau nyari kerjaan. Terus dibilangnya, ada lowongan kerja di rumah makan ayam penyet. Tapi dibilangnya, untuk satu atau dua orang. Kami bilang, nggak bisalah. Karena kami bertiga. Terus dibilangnya, cobalah ke lokasi ayam penyet itu. Dimintanya ongkos kami Rp65 ribu. Habis itu, kami pun dibawanya," kenang keduanya. Namun, bukannya membawa ketiga ABG itu ke lokasi yang dijanjikan, Pasaribu malah membawa ketiganya masuk ke lorong-lorong kecil di seputaran Jalan SM Raja, Medan.
"Kami dibawa ke lorong-lorong gitu bang, nggak tahu kami nama tempatnya. Di situ kami jumpa sama satpam. Orang Padang Satpam itu. Habis itu, kami dua (Juni dan Jaya) disuruh nunggu becaknya. Si Pasaribu bawa kawan kami si Joshua sama si Satpam itu entah kemana. Satu jam kemudian, orang itu (penarik betor, Joshua dan Satpam) balik lagi. Nggak lama, datang lima orang besar-besar. Langsung bilang angkat tangan, jangan bergerak, kata lima orang itu. Polisilah itu mungkin. Terus, si Pasaribu, Satpam sama kawan kami si Joshua diborgol. Pas orang itu diperiksa, ada ditemukan pil gitu di kantong si Pasaribu. Ditangkaplah orang itu. Kami nggak, cuma digeledah aja. Terus dibawalah orang itu sama polisi-polisi itu," beber keduanya.
Karena teman mereka, Joshua digelandang ke kantor polisi, sedangkan keduanya tidak. Tapi malah membuat mereka bingung. "Kami nggak tahu Medan, kami jalan aja, tapi nggak tahu ke mana," keluhnya. Untungnya, mereka ditemukan Soni Nainggolan, pemuda 28 tahun yang kos di seputaran Jalan KL Yos Sudarso. "Kami jumpa bang Soni, kami ceritalah. Terus dibilangnya, kita carilah di kantor polisi di sana (Polsek Medan Kota)," tutur keduanya.
Sementara Soni yang ditanya wartawan, membenarkan penuturan kedua ABG tersebut. "Tadi malam (Senin malam) jumpa di Yos Sudarso, Glugur. Mereka kesasar, nggak tau mau ke mana. Orang ini cerita kejadian yang mereka alami.  Mereka nanya, Jalan SM Raja. Terus ku bawalah orang-orang ini ke kos ku, karena kos ku kan di sini (Jalan SM Raja). Tadi malam tidur ke kos ku orang ini dua. Tadi pagi, ku antarkan ke sini (Mapolsek Medan Kota)," paparnya. Terpisah, Kanit Polsek Medan Kota, AKP Martualesi Sitepu mengaku pihaknya tidak ada melakukan penangkapan terhadap Josua, Pasaribu dan seorang satpam. "Tidak ada laporan ke kita, tidak ada tangkapan," tandasnya. (ceria)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276