Serap Aspirasi Petani Kakao Mamuju, Wapres Dorong Peningkatan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

 

Mamuju//Swarahatirakyat//Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, berjanji memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan komoditas kakao dan berbagai persoalan yang dihadapi para petani kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Hal tersebut disampaikan Gibran saat berdialog bersama para petani kakao di Lingkungan Tambi, Kelurahan Mamunyu, Kabupaten Mamuju, Senin, 2 November 2026.

Dalam dialog tersebut, para petani menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari ketersediaan pupuk subsidi, harga jual kakao, kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga kondisi infrastruktur jalan.

Ia mengatakan, pemerintah telah menangani berbagai persoalan sektor pertanian, khususnya komoditas beras, melalui penyediaan pupuk, pompanisasi, hingga pembangunan bendungan. Namun, menurutnya, komoditas kakao juga membutuhkan perhatian khusus.

"Kalau kita lihat untuk beras, ini satu persatu kita tangani permasalahannya, mulai dari pupuk, pompanisasi, pembangunan bendungan dan lain-lain. Tapi mungkin untuk kakao ini perlu atensi khusus. Ini salah satu komoditi yang harus kita perhatikan juga," ujarnya.

Terkait harga jual, Wapres Gibran mengakui harga kakao yang sempat mencapai Rp. 180.000 pada 2023-2024 merupakan capaian yang baik, tetapi belum dapat dipertahankan secara konsisten. Untuk itu, pemerintah akan memberi perhatian lebih terhadap persoalan harga jual 

"Kalau di 2023-2024 harganya Rp180.000 itu bagus sekali, tapi belum bisa konsisten ya di harga seperti itu. Nanti akan lebih kita perhatikan lagi masalah harga jual," katanya.

Selain harga, Wapres Gibran juga menanggapi persoalan hama, pupuk, alsintan, dan akses jalan yang disampaikan petani. Untuk persoalan infrastruktur jalan, pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan para kepala daerah di Sulawesi Barat.

"Masalah hama, pupuk, alsintan dan jalan, nanti jalannya kami akan koordinasi dengan para kepala daerah yang ada di sini," ungkapnya.

Wapres Gibran juga menegaskan pengadaan alat pompa air tetap perlu segera direalisasikan meskipun musim hujan diperkirakan mulai berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Selain itu, pemerintah akan memperhatikan kebutuhan sarana pertanian lainnya, seperti chainsaw, hand sprayer, alat penyemprot hama, serta ketersediaan pupuk.

"Mungkin beberapa minggu ke depan sudah mulai hujan tapi yang pompa tadi tetap harus tetap kita adakan. Pompa, chainsaw, hand sprayer, alat penyemprot hama dan yang paling penting ketersediaan pupuk," tuturnya.

Menutup dialog, Wapres Gibran mengapresiasi masukan yang disampaikan para petani dan menyatakan seluruh aspirasi tersebut akan diteruskan kepada Presiden RI untuk ditindaklanjuti.( Jun )

Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.