SALAK//Swarahatirakyat//Guna mengejar ketertinggalan mutu pendidikan di daerah, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat resmi mengadopsi Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) dari Tanoto Foundation. Peluncuran program kerja sama ini digelar di Aula Bale Sada Arih, Kompleks Sindeka, Kantor Bupati Pakpak Bharat, Kamis (8/10/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tantangan rendahnya tingkat literasi dan numerasi siswa. Persoalan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi geografis dan keterbatasan fasilitas, melainkan juga sangat ditentukan oleh kualitas tenaga pendidik dan pengelola sekolah. Meskipun akses kuantitas sekolah telah meningkat, efektivitas proses pembelajaran di dalam kelas masih perlu diperkuat.
Wakil Bupati Pakpak Bharat, Dr. H. Mutsyuhito Solin, M.Pd., menegaskan pentingnya penggunaan hasil asesmen dan Rapor Pendidikan sebagai data evaluasi untuk menentukan arah perbaikan. Menurutnya,kualitas anak-anak hari ini merupakan penentu masa depan Pakpak Bharat.
Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di Pakpak Bharat mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan baik, berkembang sesuai potensinya, memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang kuat, serta memiliki karakter dan keterampilan untuk menghadapi masa depan," ujar Mutsyuhito Solin saat memberikan sambutan.
Ia menambahkan bahwa Pemkab Pakpak Bharat mengapresiasi dukungan Tanoto Foundation. Pemkab memastikan agar peningkatan kualitas ini tidak hanya dinikmati oleh beberapa sekolah saja, melainkan dirasakan secara merata oleh seluruh sekolah di wilayah Pakpak Bharat melalui praktik pembelajaran yang aktif, kreatif, dan berpusat pada siswa.
Sebagai langkah awal, pelatihan Training of Trainers (ToT) telah dilaksanakan pada 6-7 Oktober 2026 bagi 10 guru dan kepala sekolah terbaik yang dipilih menjadi Fasilitator Daerah. Para fasilitator ini diharapkan mampu menjadi agen perubahan dan panutan bagi sejawatnya.
Apa yang dipelajari dalam ToT harus dibawa kembali ke sekolah, dipraktikkan di dalam kelas, didiskusikan bersama rekan sejawat, dan dikembangkan sesuai konteks sekolah masing-masing," harapnya.
Senada dengan Wabup, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pakpak Bharat, Roy Endharto Tumanggor, S.STP., M.M., memaparkan kondisi objektif capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan daerah yang saat ini berada di angka 71,93, dengan capaian literasi dan numerasi siswa pada kategori sedang (sekitar 60%).
Dua informasi ini perlu kita baca secara jujur dan berimbang. Kita menghargai kerja yang sudah dilakukan, tetapi kita juga perlu mengakui bahwa pelayanan pendidikan dan hasil belajar anak masih membutuhkan perbaikan," kata Roy.
Pihaknya berupaya menyinergikan langkah perbaikan dengan mengenali kemampuan awal siswa, menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik, memperkuat pendampingan, serta memantau dan menindaklanjuti kemajuannya.
Sementara itu, Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, menyampaikan bahwa kemitraan dengan Pemkab Pakpak Bharat, telah terjalin sejak 2023 di sektor kesehatan melalui program percepatan penurunan stunting. Berdasarkan data SSGI, angka stunting di Pakpak Bharat berhasil turun sebesar 1,4% pada tahun pertama intervensi, yang kemudian diintegrasikan ke dalam RPJMD 2025–2029.
Kami menyambut baik keinginan Pemkab Pakpak Bharat dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui adopsi Program PINTAR. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, melalui peningkatan kualitas pengelolaan sekolah dan guru, serta mendorong kebijakan pendidikan pemerintah daerah berbasis data, kami mengapreasiasi komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk kualitas pendidikan, kesehatan dan pelatihan yang merata dan berkualitas, sebagai pilar utama dalam RPJMD Kab. Pakpak Bharat," ungkap Medi.
Setelah penyelenggaraan ToT, program akan dilanjutkan dengan proses pengembangan ke seluruh Sekolah Dasar di Kabupaten Pakpak Bharat oleh para fasilitator. Diharapkan langkah ini dapat menjangkau lebih banyak guru serta mendorong peningkatan Rapor Pendidikan di tingkat sekolah maupun kabupaten.(MB)

0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.