Musda X Golkar Dairi Tuntas, Sabam Sibarani Kembali Nahkodai Partai Beringin: “Golkar Solid, Indonesia Maju
DAIRI —swarahatirakyat com
Musyawarah Daerah (Musda) X DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Dairi yang digelar di Hotel Berristera Panji, Kecamatan Sitinjo, Selasa (7/10/2026), berujung pada kembali dipercayakannya Sabam Sibarani, S.Sos., MM., sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Dairi periode 2025–2030.
Sabam menjadi satu-satunya bakal calon yang mengembalikan formulir pendaftaran hingga batas waktu yang telah ditentukan. Setelah melalui mekanisme persidangan Musda, forum akhirnya menetapkan Sabam Sibarani untuk kembali memimpin Partai Golkar Dairi.
Musda X mengusung tema “Golkar Solid, Indonesia Maju”, dengan subtema “Golkar Solid, Indonesia Maju, Sumut Berkah, Dairi Tangguh.”
Forum tersebut dihadiri seluruh Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kabupaten Dairi, organisasi sayap, organisasi yang didirikan dan mendirikan Partai Golkar, jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumatera Utara, serta sejumlah tokoh daerah.
Dari jajaran Golkar Sumut hadir Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut sekaligus Ketua Kosgoro 1957 Sumut, Viktor Silaen. Turut hadir Rolel Harahap, Zainudin Purba, AS Suhendra Sembiring, Edi Suratman Sinuraya, Candra Lingga, Delphi Masdiana Ujung, Muhammad Asril, Alox Damianus Gumanti Aziz, Renhard Manurung, Zuarsyah Tarigan, Frans Dante Ginting dan sejumlah jajaran lainnya.
Sejumlah tokoh daerah juga hadir, di antaranya Ketua MUI Kabupaten Dairi Wahlim Munthe, perwakilan Kejaksaan Negeri Dairi, Wakapolres Dairi Adi Sucipto, Wakil Ketua DPRD Dairi Wanseptember Situmorang, anggota DPRD Dairi Alvensius Matondang, Sopipot Simarmata dan Nurlinda Angkat.
Bupati Dairi Vickner Sinaga, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Dairi, turut hadir dalam Musda. Kehadirannya disambut secara khusus melalui prosesi pengalungan bunga.
Rangkaian Musda diawali doa yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Dairi Wahlim Munthe, kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia Musda, Amper Nainggolan.
Evaluasi dan Konsolidasi Organisasi
Dalam laporannya, Amper Nainggolan menyampaikan bahwa Musda merupakan forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan organisasi sekaligus menyusun serta menetapkan agenda Partai Golkar untuk periode mendatang.
Musda juga diarahkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, membina organisasi yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar, serta menyusun visi dan misi partai agar tetap relevan dengan arah pembangunan Kabupaten Dairi dan Sumatera Utara.
Menurut Amper, kepanitiaan Musda dibentuk dari unsur kepengurusan dan kader Partai Golkar.
Jabatan Bukan Sekadar Posisi
Dalam forum tersebut, Sabam Sibarani menegaskan bahwa jabatan di Partai Golkar merupakan amanah organisasi yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Sabam mengungkapkan perjalanan pribadinya yang sejak lama bersentuhan dengan Partai Golkar. Ia menyebut dirinya lahir pada 3 Juni, yang menurutnya memiliki keterkaitan dengan sejarah perjalanan politik Golkar.
Bagi Sabam, kader Golkar tidak cukup hanya memiliki loyalitas, tetapi juga harus cerdas, tangguh, memiliki kapasitas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Partai Golkar adalah partai yang terbuka. Kalau pemerintah sejalan dengan DPRD, pembangunan akan berjalan lebih lancar,” ujarnya.
Sabam juga mengapresiasi berbagai program Pemerintah Kabupaten Dairi di bawah kepemimpinan Bupati Vickner Sinaga, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat yang dinilainya sebagai langkah penting dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia.
Ia menilai kader Partai Golkar Dairi telah ikut mengambil bagian dalam mengawal pembangunan melalui sinergi dan kerja sama dengan pemerintah daerah.
Bupati Dairi Vickner Sinaga dalam sambutannya memaparkan sejumlah dukungan pemerintah pusat yang telah diterima Kabupaten Dairi, terutama di sektor pertanian dan infrastruktur.
Menurut Vickner, Kabupaten Dairi memperoleh berbagai bantuan, di antaranya alat dan mesin pertanian serta dukungan perbaikan infrastruktur jalan.
Ia juga memaparkan potensi pengembangan ekonomi dan pariwisata daerah, termasuk pengembangan wisata arung jeram di kawasan Lae Renun yang dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Vickner menekankan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Semangat gotong royong dan kebersamaan harus menjadi kekuatan utama dalam membangun Dairi.
Sebagai kader Partai Golkar yang telah bergabung sejak 1 November 1981, Vickner juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi.
“Di 15 kecamatan, kita harus tetap solid dan militan,” pesannya.
Konsolidasi Harus Sampai Akar Rumput
Pesan konsolidasi menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam Musda X.
Jajaran Partai Golkar Sumatera Utara mengingatkan agar aktivitas organisasi tidak hanya terlihat ketika momentum pemilu tiba. Konsolidasi harus berjalan secara berkelanjutan hingga tingkat akar rumput.
Kader juga didorong untuk merangkul generasi muda, memperkuat kaderisasi serta menjadikan para senior sebagai teladan dalam menjaga etika dan budaya organisasi.
Golkar dituntut semakin adaptif terhadap perubahan zaman. Loyalitas harus berjalan seiring dengan kapasitas, kreativitas dan kemampuan kader membaca perkembangan politik.
Musda juga ditegaskan sebagai ruang demokrasi internal. Perbedaan pandangan merupakan bagian yang wajar dalam proses demokrasi. Namun, setelah keputusan organisasi ditetapkan, seluruh kader harus kembali menyatukan langkah.
Perbedaan dalam proses demokrasi harus berakhir dengan persatuan dalam perjuangan.
Sabam Pertanggungjawabkan Kepemimpinan 2020–2025
Pada persidangan berikutnya, Sabam Sibarani menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan DPD Partai Golkar Dairi periode 2020–2025.
Dalam laporan tersebut, Sabam memaparkan berbagai program organisasi, kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan yang dilakukan kader Golkar selama masa kepemimpinannya.
Kegiatan sosial dan religi, termasuk ziarah ke Taman Makam Pahlawan, disebut menjadi bagian dari upaya Partai Golkar untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Sabam juga mengingatkan perjalanan panjang Partai Golkar Dairi yang pernah meraih kekuatan politik signifikan di DPRD Dairi, termasuk pernah memperoleh 11 kursi dari 30 kursi DPRD.
“Musda ini dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas masa kepemimpinan kami,” ujar Sabam.
Di hadapan peserta Musda, Sabam juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran Partai Golkar, mulai dari 15 kecamatan, delapan kelurahan, organisasi sayap, hingga organisasi yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar, apabila selama menjalankan amanah masih terdapat kekurangan.
Sabam Kembali Nahkodai Golkar Dairi
Memasuki agenda pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Dairi, proses berlangsung relatif singkat.
Pendaftaran bakal calon sebelumnya telah dibuka secara terbuka. Namun hingga tahapan pengembalian formulir berakhir, Sabam Sibarani menjadi satu-satunya kandidat yang mendaftarkan diri dan mengembalikan formulir pencalonan.
Setelah melalui mekanisme persidangan Musda, forum kemudian menetapkan Sabam Sibarani sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Dairi untuk periode 2025–2030.
Sementara Pana Akbar Simatupang, SH., MM. dipercaya menduduki posisi Sekretaris.
Penetapan tersebut sekaligus menjadi mandat baru bagi Sabam untuk melanjutkan konsolidasi dan memperkuat Partai Golkar Dairi menghadapi dinamika politik serta berbagai agenda kepartaian ke depan.
Usai ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Dairi, Sabam Sibarani menyampaikan terima kasih kepada jajaran Partai Golkar Sumatera Utara dan seluruh kader yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
“Golkar solid! Indonesia maju!” serunya, disambut antusias peserta Musda.
Sabam juga mengungkapkan bahwa dukungan keluarga, termasuk istrinya, menjadi bagian penting dalam perjalanan karier politiknya.
Menurutnya, dinamika politik di Dairi memiliki tantangan tersendiri, termasuk kuatnya ikatan primordial berbasis marga. Karena itu, persatuan kader menjadi modal utama agar Partai Golkar mampu bergerak sebagai satu kekuatan.
Ia menegaskan bahwa demokrasi bukan hanya mengenai proses memilih pemimpin, tetapi juga bagaimana seorang kader mampu mengemban amanah setelah mendapatkan kepercayaan.
“Saya berjanji kepercayaan ini tidak akan saya sia-siakan,” tegasnya.
Sabam kemudian menyampaikan prinsip yang akan menjadi pegangan dalam menjalankan amanah kepemimpinannya:
«“Pintar tidak menggurui, tajam tidak melukai, cepat tidak mendahului.”»
Sementara itu, Rolel Harahap dari jajaran Partai Golkar Sumatera Utara menutup rangkaian Musda dengan menekankan pentingnya demokrasi dan konsolidasi internal.
Menurutnya, Partai Golkar harus terus membangun tradisi demokrasi yang sehat sekaligus memastikan seluruh kader kembali solid setelah proses Musda berakhir.
Dengan berakhirnya Musda X, pekerjaan besar kini menanti kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Sabam Sibarani.
Konsolidasi hingga akar rumput, kaderisasi generasi muda, penguatan organisasi, peningkatan kapasitas kader serta kerja politik yang nyata menjadi tantangan yang harus dijawab.
Musda telah selesai, kontestasi telah berakhir. Kini seluruh kader dituntut kembali menjadi satu barisan untuk membesarkan Partai Golkar dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Dairi.
Terpilihnya kembali Sabam Sibarani pun mendapat ucapan selamat dari jajaran pengurus dan kader yang hadir.
Dengan semangat “Golkar Solid, Indonesia Maju”, Partai Golkar Dairi memasuki babak baru konsolidasi organisasi—dengan Sabam Sibarani kembali menjadi nakhoda Partai Beringin di Kabupaten Dairi.(clara)
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.