PANDAN – (SHR) Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH., MH., dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi menghadiri Upacara Pembukaan Latihan Bersama Pacific Partnership 2026 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Selasa 21 Juli 2026.
Misi kemanusiaan dan kerja sama multilateral terbesar di kawasan Indo-Pasifik tersebut akan berlangsung selama 10 hari, mulai 21 hingga 31 Juli 2026, dengan lokasi kegiatan di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.
Bertindak selaku Inspektur Upacara Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., CFRA, Wakil Kepala Biro Kedokteran dan Bedah Angkatan Laut Amerika Serikat Laksamana Muda David M. Buzzetti, Asisten Intelijen Dankodaeral II Kolonel Laut (P) Suryadi Permana, S.E., M.Tr.Opsla.
Dalam sambutannya, Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Hadi Juanda mengatakan Pacific Partnership merupakan misi kemanusiaan sekaligus kerja sama multilateral terbesar di kawasan Indo-Pasifik yang telah menjadi simbol persahabatan antarbangsa dan komitmen bersama dalam membangun ketahanan masyarakat melalui bidang kesehatan, penanggulangan bencana, pendidikan, dan bantuan kemanusiaan.
Ia menjelaskan Indonesia telah beberapa kali menjadi tuan rumah Pacific Partnership sejak 2010. Kegiatan yang digelar setiap dua tahun sekali itu sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 pada 2020 hingga 2023. Padahal, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga telah dijadwalkan menjadi lokasi penyelenggaraan pada 2020.
"Pelaksanaan Pacific Partnership 2026 di Sibolga dan Tapanuli Tengah merupakan kehormatan sekaligus wujud nyata komitmen untuk memperkuat diplomasi pertahanan dan diplomasi kesehatan demi mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang damai, aman, tangguh, dan sejahtera," ujar Hadi Juanda.
Mengusung tema "Strengthening Partnership, Collaboration, and Interoperability for Crisis Response", latihan bersama ini difokuskan pada penguatan kolaborasi lintas negara dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari bencana alam, kedaruratan kesehatan masyarakat, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan dan bantuan kemanusiaan.
Selama pelaksanaan, berbagai program akan digelar, di antaranya pembangunan dan renovasi fasilitas pendidikan, pelatihan tenaga kesehatan rumah sakit dan puskesmas, workshop medis, pertukaran ilmu pengetahuan dan keterampilan kesehatan, pelatihan kesiapsiagaan rumah sakit menghadapi bencana (Hospital Disaster Plan), latihan penanggulangan bencana lintas instansi, penyuluhan kesehatan hewan, pelayanan sosial, serta kegiatan budaya dan kemasyarakatan.
Sebanyak hampir 5.000 peserta yang terdiri dari unsur militer, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, relawan, dan masyarakat akan terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
Mayjen TNI Hadi Juanda berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum Pacific Partnership untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring kerja sama yang lebih erat guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kemampuan merespons krisis akibat bencana.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Pemerintah Kota Sibolga, TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait, serta seluruh mitra internasional yang telah mendukung terselenggaranya Pacific Partnership 2026.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyebut Pacific Partnership menjadi bukti nyata kerja sama antarnegara yang tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan.
Menurutnya, sebelum pembukaan resmi, personel Angkatan Laut Amerika Serikat telah melaksanakan sejumlah kegiatan sosial di Tapanuli Tengah, seperti perbaikan fasilitas sekolah, edukasi kepada masyarakat, serta pembelajaran bahasa Inggris bagi para pelajar.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya memperkuat kerja sama pertahanan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan manajemen kebencanaan, khususnya bagi Tapanuli Tengah dan Sibolga yang beberapa waktu terakhir terdampak bencana," kata Masinton.
Di kesempatan yang sama, Wakil Kepala Biro Kedokteran dan Bedah Angkatan Laut Amerika Serikat Laksamana Muda David M. Buzzetti menegaskan Pacific Partnership bertujuan membangun kemampuan masyarakat dalam merespons berbagai kondisi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Menurutnya, latihan bersama tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas komunitas melalui pelatihan kesehatan, dukungan teknis, serta manajemen kebencanaan, sekaligus mempererat komunikasi dan kolaborasi antara Indonesia, Amerika Serikat, dan negara-negara mitra lainnya.
"Kami ingin membangun komunitas yang lebih tangguh dan memperkuat kerja sama sebagai satu tim sehingga mampu memberikan respons yang lebih cepat dan lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan di masa depan," ujarnya.
Melalui Pacific Partnership 2026, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Indonesia dan negara-negara mitra dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, memperkuat pelayanan kesehatan, serta mempererat persahabatan dan kerja sama internasional demi mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang aman, tangguh, dan sejahtera.
Kegiatan ini dirangkai dengan penyematan tanda latihan kepada perwakilan peserta oleh Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI, Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., C.Fr.A., bersama Wakil Kepala Biro Kedokteran dan Bedah Angkatan Laut Amerika Serikat David Buzzeti (US Navy) serta dilanjutkan dengan ramah di Gedung GOR Pandan.
Turut hadir dalam upacara tersebut antara lain Asisten Intelijen Koarmada II yang mewakili Panglima Komando Armada II, Kolonel Laut (P) Suryadi Permana Malay; Komandan Korem 023/Kawal Samudera Kolonel Inf. Iwan Budiarso; Kepala Kantor Basarnas Nias Bapak Putu Arga Sudjarwadi, S.H.,M.M, Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik; Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Maruba Lumban Tobing; Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah Drs. Binsar TH Sitanggang, M.SP.; tim serta delegasi Pacific Partnership dari Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, dan Singapura. unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah Kota Sibolga, perwakilan perbankan, instansi vertical, para pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh peserta latihan.
Peserta upacara terdiri dari personel Korem 023/Kawal Samudera, Kodim 0211/Tapanuli Tengah, Polres Tapanuli Tengah, Lanal Sibolga, Satradar 103 Sibolga, BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah, Basarnas, Satpol PP Kabupaten Tapanuli Tengah, KSOP/Pelindo, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, STPK Matauli, SMA Negeri 1 Matauli Pandan, SMK Negeri 3 Sibolga, STIKES Nauli Husada Sibolga , serta personel US Navy.(Toto)




0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.