Kapolda Sumut Sebagai Seorang Polisi Promoter Seharusnya Tidak Bisa Jauh Dari Masyrakat





Medan, (SHR) Lagu Slank judul Ku Tak Bisa menjadi lagu favorit Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto. Ia mengatakan sebagai seorang polisi Promoter seharusnya tidak bisa jauh dari masyarakat.
“Karena kita ada untuk melayani mereka. Itulah kenapa saya suka lagu ini (Slank, Ku Tak Bisa),” ujar Agus saat dijumpai di Medan, Sabtu (27/10/2018).
Perlu diketahui bahwa, menjadi seorang polisi tidak bisa jauh dari masyarakat.
Memang, aku Kapolda, kadang-kadang rasa mumet hadir melihat keadaan dan situasi yang ada. Namun, katanya, kalau dirinya juga berpaling dan tidak peduli, siapa lagi yang merubah ini menjadi lebih baik.
“Mumpung saya menjadi Kapolda, saya akan berusaha membuat yang baik menjadi lebih baik lagi. Membuat yang gak ada menjadi ada. Itu makanya, kita harus terus berbenah dan dekati masyarakat. Mungkin, kita ada karena mereka. Ini sudah diatur sang Khalik. Tinggal kita seperti apa menjalaninya,”kata mantan Wakapolda Sumut ini.
Ia menceritakan dalam kehidupan sebagai seorang manusia, pihaknya berusaha untuk merumuskan kerukunan badan antara hati, pikiran dan ucapan. Untuk merumuskan itu saja, akunya, tidak gampang.
“Kita sebagai manusia kalau sadar saja kan enak. Ini udah gak sadar, gak sabar lagi. Nah, itulah yang akan kita bina sebagai seorang polisi. Tapi, inti dari semuanya, pendekatan itu penting. Apalagi ke masyarakat. Karena kita polisi Promoter,” ujarnya.
Ia menegaskan, masyarakat harus didekati, apalagi mereka yang marginal karena banyak dijauhi orang.
“Itu, yang harus kita mendekatkan diri ke mereka. Selagi masih hidup, kita harus bisa membagi kebahagiaan buat mereka. Ya, mereka yang sudah sangat dijauhi masyarakat. Kita ini, pengayom mereka. Mereka itu, butuh polisi Promoter seperti kita,” akunya.
Ia mencontohkan, untuk membersihkan meja pun, harus diawali dengan yang kotor dulu.
“Mari kita renungkan, barang yang tidak digunakan saja bisa kotor, apalagi sering digunakan,”jelasnya.
Jadi, menurut Agus, tidak ada sapu bersih, karena pasti ada yang menempel dan tertinggal.
“Saya sudah dipakai 51 tahun lebih, jadi bohong kalau saya bersih. Maka dari itu, saya sekarang membersihkannya. Karena jangankan dipakai, yang gak dipakai saja kotor kok,” katanya seraya tersenyum.
Ia menyatakan masyarakat silahkan menuntut, tapi jangan berlebihan. “Karena gak ada yang dipakai itu bersih,” ujarnya.
Irjen Pol Agus Andrianto juga bercerita ketika dirinya belajar bermain bowling, dan dibilang sama gurunya, kalau dirinya sedang mengaji.
“Yah, saya ketawa ketika main bowling, dibilang guru, saya sedang mengaji,”akunya tertawa.
Rupanya, sambung Agus, saat melempar bola dan ternyata tidak mengenai pin, siapa yang disalahkan? Pasti yang melempar bolanya kan?
“Kalau ada salah di alam ini, pasti karena kita. Bukan karena alamnya. Lihat cara main orang yang tidak sesuai dengan kita, rasa dongkol pasti timbul, kita terpengaruh, permainan pasti rusak,” katanya.
Kapolda Agus Andrianto menyatakan dalam hidup ini, dirinya selalu meyakini kalau hidup itu sudah ditentukan Allah.
“Jangan takut untuk hidup, apalagi berbuat baik. Kalimat yang paling saya suka dan saya lakukan adalah ‘Kasihi dan Sayangi umatKu, Maka Aku Akan menyayangi dan Mengasihi Kalian’, itu kalimat yang sekarang saya jalani. Saya sedang mencoba, karena saya percaya dengan Sang Maha Esa,” ujarnya seraya menyatakan Hukuman Allah melebihi perkiraan manusia.(ceria)
Share
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276