Review Perjanjian Dagang dengan Jepang - Indonesia

Jakarta,SHR - Kerja sama antara Indonesia-Jepang, pemerintah juga menargetkan perluasan akses pasar di bidang perikanan, industri, pertanian, dan kehutanan.

Indonesia membawa serta isu kelapa sawit dalam pertemuan putaran kedelapan  General Review Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang akan digelar pada  pada 8 hingga 10 Agustus 2018 di Tokyo, Jepang.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo menyatakan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO)  akan menjadi salah satu isu yang akan dibahas Indonesia dalam pertemuan tersebut yang bertujuan agar industri sawit dalam negeri dapat diakui oleh Jepang.“Pertemuan di Tokyo ini merupakan komitmen kedua negara untuk mempercepat penyelesaian General Review IJEPA sesuai rencana kerja,” kata Iman dalam keterangan resmi dari JepangIndonesia berfokus untuk perluasan akses pasar produk potensial khususnya sektor perikanan, industri, pertanian, dan kehutanan. Selain itu, pemerintah juga menawarkan proposal baru kepada pihak Jepang trekait kerja sama di bidang industri manufaktur dan tekstil, logam dan permesinan, pertanian, serta tenaga kerja kesehatan.Iman mengaku optimistis peningkatan perdagangan dan investasi dapat membuahkan hasil kerja sama saling menguntungkan sampai General Review selesai. Tujuh subkomite yang dikaji lebih detail antara lai mencakup isu perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, ketentuan asal barang (ROO), perpindahan orang perseorangan (MNP), kerja sama dan pengadaan barang/jasa pemerintah, serta pertemuan informal isu perbaikan lingkungan usaha dan peningkatan kepercayaan bisnis.Terkait pembahasan perdagangan barang, kedua delegasi membahas perubahan permintaan yang telah dibahas terlebih dahulu. Perubahan permintaan merupakan revisi dari permintaan utama Indonesia yang mencakup sejumlah pos tarif prioritas produk potensial.“Kami harap dapat memperoleh akses pasar yang lebih besar di Jepang dan juga mempercepat penyelesaian perundingan akses pasar perdagangan barang,” ujar Direktur Perundingan Bilateral Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan sekaligus Ketua Tim Perunding Indonesia untuk Perdagangan Barang General Review IJEPA, Ni Made Ayu Marthini.Made mengungkapkan kedua negara akan melanjutkan pembahasan dan bertukar pandangan terkait usulan penyempurnaan perjanjian IJEPA di bidang investasi dan pengadaan barang/jasa pemerintah. Rencananya, kedua negara sepakat untuk melaksanakan pertemuan komite bersama bulan depan di Indonesia.Pertemuan awal pembahasan General Review IJEPA dilaksanakan di Jakarta pada 12 September 2014 dan pertemuan ke-7 dilaksanakan pada 28−30 Maret 2018 di Bali, Indonesia. Penyelesaian General Review IJEPA tahun ini diharapkan dapat menjadi salah satu capaian di bidang ekonomi sekaligus untuk memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang.( KD )


Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar