Diskusi Lintas Iman di Berastagi

Berastagi,SHR - Dengan diselenggarakannya acara diskusi lintas Iman yang bertajuk “Persahabatan Umat” bertempat di Masjid Baitus Tsana, Berastagi. Diskusi ini terselenggara atas inisiasi dari MIPG (Mahabbah Institute for Peace and Goodness) yang bekerja sama dengan komunitas Gusdurian, Jama’ah Muslim Ahmadiyah dan Kristen Advent. Dalam sambutannya mewakili MIPG, Drs. Danial Ferry Mangin mengungkapkan bahwa MIPG ini sangat “concern” dalam kegiatan-kegiatan lintas iman dengan tujuan meningkatkan toleransi antar umat beragama demi mewujudkan perdamaian yang diidam-idamkan oleh semua orang. Ferry juga menambahkan bahwa banyak hal yang bisa dilakukan apabila komunitas lintas iman dapat bekerja sama demi kemaslahatan umat. Kegiatan-kegiatan diskusi ataupun dialog antar umat beragama, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan yang lain dapat mempererat hubungan persahabatan antar umat beragama dengan mengusung slogan “love for all, hatred for none” yakni cinta untuk semua, tiada benci untuk siapapun.
Dalam hal ini Pembicara yang pertama, Muballigh Muhammad Idris dari Jama’ah Muslim Ahmadiyah menyampaikan bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan dari Tuhan. Perbedaan tidak diciptakan oleh Tuhan sebagai bahan untuk bermusuhan, namun supaya yang berbeda ini dapat saling mengenal sehingga tercipta kasih sayang dan saling menghargai diantara mereka yang berbeda. Islam adalah agama cinta kasih yang menghendaki terwujudnya perdamaian dan keselamatan bagi seluruh alam. Demikianlah pesan dari Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad (SAW). Oleh karena itu Jama’ah Muslim Ahmadiyah akan senantiasa siap untuk bekerja sama dengan komunitas manapun demi kemaslahatan umat.
serta pembicara yang kedua adalah Pendeta Andry Setiapuji dari Kristen Advent, Kaban Jahe. Dalam uraiannya Andry menyampaikan bahwa ajaran yang dibawa Yesus Kristus adalah ajaran cinta kasih dan perdamaian. Sehingga umat Kristiani diminta untuk melaksanakan ajaran cinta kasih ini dengan segenap hati dan jiwanya serta melakukan amalan-amalan nyata demi terwujudnya perdamaian. Toleransi antar umat beragama harus diupayakan dengan sungguh-sungguh sehingga dapat tercipta kerukunan antar umat beragama.
Aulia Rahman, Mpd mewakili Gusdurian Sumut menyampaikan bahwa Gusdurian ini adalah satu komunitas yang ingin melestarikan pemikiran-pemikiran dari Almarhum Gus Dur. Diantara sekian banyak pemikiran-pemikiran Gus Dur salah satu diantaranya adalah memperkuat toleransi antar umat beragama demi terciptanya ukhuwah basariyah yakni persaudaraan antara sesama manusia tanpa melihat suku, ras, ataupun agama. Gus Dur semasa hidupnya berjuang keras untuk membumikan nilai-nilai ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, kesederhanaan, persaudaraan, pembebasan, keksatriaan dan kerarifan lokal. Nilai-nilai inilah yang saat ini akan terus diperjuangkan oleh komunitas Gusdurian ini.
Acara dilanjutkan dengan dialog interaktif yang dipandu oleh Muballigh Dadan Saefudin selaku moderator acara dengan melibatkan lebih dari 60 orang peserta diskusi dari Kristen Advent, Ahmadiyah, dan peserta yang lainnya. Acara ditutup dengan “silent prayer” demi terwujudnya bumi yang damai dan penuh cinta kasih...( Has )
Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar