Diduga Ikan Import Mengatas Namakan Ikan pindang, Untuk Dapatkan Kuota Import

Ilustrasi

BELAWAN , Diduga ikan import mengatas namakan pemindangan ikan alias (ikan pindang) untuk mendapatkan kuota impor. sering terdengar bahwa Kawasan Gabion terkait ikan impor tersebut, diduga melebihi dari kuota yang disepakati, yang dulunya 6000 ton per enam bulan sekarang mencapai 9000 ton, Senin(30/07/18)

Tokoh nelayan tradisional Medan Utara Joni menyatakan bahwa Kawasan Gabion terkait ikan import tersebut, disinyalir melebihi dari kuota yang disepakati, yang dulunya 6000 ton per enam bulan sekarang mencapai 9000 ton. Kemudian perusahaan importnya bertambah yang dulu sekira tahun 2011 berjumlah 12 importir kini sudah mencapai 20 importir, tidak tertutup kemungkinan bakal bertambah lagi.

"Menurut hemat saya, ada beberapa perusahaan yang tidak memenuhi syarat, diantaranya tidak mempunyai gudang penyimpanan ikan(Cold strorage), lebih jelasnya gudang container itu tinggal cok saja" katanya

Menurut undang_undang kepmen no 16 tahun 2011 dan direvisi kembali kepmen no 17 tahun 2015 tentang ikan impor bahwa jumlah ikan, jenis lebih ikan yang boleh diimpor, dan tidak mengganggu produksi lokal.
"Artinya ketika produksi ikan lokal sedikit maka boleh dia importnya karena antara kebutuhan konsumsi ikan produksi lokal berkurang, maka boleh impor, tetapi enyataannya(fakta) mereka tidak menghiraukan produksi lokal, walau ikan meluber akita menduga kenakalan tetap dikerjakan oleh oknum_oknum importir." tegasnya lagi

Joni meminta kepada Kepala Dinas Perikanan Provinsi Sumut, yang merekomendasikan importnya ikan tolong diperhatikan kenakalan_kenakalan importir ikan, yang tak memenuhi jangan direkomendasikan, dan Instansi Karantina Ikan Belawan, untuk selektif dalam menyeleksi ikan yang masuk, "harus lebih jeli melihat jenis_jenis ikan apa saja yang diimport."jelas joni (Ariel)
Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar