Menteri Susi Turun!! Seluruh Nelayan Tradisional Sumut Haramkan dan Tolak Pukat Trawl

SIALANG BUAH - SHR
Penantian seluruh nelayan pesisir pantai Sumatera Utara dengan datangnya Menteri Kelautan dan perikanan Susi pudjiastuti kini terjawab sudah, pasalnya Menteri Susi turun dan berembuk dengan seluruh nelayan Sumut di pantai Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten  Serdang Bedagai, pagi tadi sekira pukul10.00 wib, Kamis(14/12)

Tampak hadir Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat(DPR) RI  Edi Prabowo, Menteri Kelautan dan  Perikanan Susi, perwakilan Dan lantamal I Belawan, Dir Dit PolAir Polda Sumut Kombes Pol Syamsul Badar dan Kasi Gakkum Dit PolAir AKBP Den Martin, Bupati Serdang Bedagai Soekirman, Gubernur Sumatera Utara T Erry Nuradi, Kadis Perikanan Sumatera Utara Joni Waldin, Perwakilan PSDKP Belawan, perwakilan PPSB Belawan dan seluruh nelayan pesisir Sesumatera Utara.
Dengan suasana mengebu-gebu seluruh nelayan tradisional Sumut sepakat haramkan dan tolak pukat trawl, hal ini tampak dari riuhnya yang hadir, ditambah lagi semangatnya persatuan seluruh nelayan sumatera utara dari berbagai Aliansi dan kelompok, terdiri dari KNTI, SNI, Serikat Aliansi Nelayan Sumut, KIARA, dan Mantab.

Nelayan tradisional memutuskan untuk gotong royong menolak pukat trwal (tarik) demi mewujudkan nelayan yang berdaulat mandiri dan sejahtera, Semangat gotong royong terasa tercipta didiri nelayan tradisional itu sendiri."Sesuai Permen 02 laut harus bersih dari pukat trawl, kita tidak mau nelayan diperalat, ada yang mau cari panggungnya sehingga kita terprovokasi, kita minta nelayan terprovokasi, apa kebutuhan yang bisa kami bantu untuk nelayan dari kementrian" kata Susi 

Sambung dia lagi, tiga ratus lima puluh kapal yang sudah ditenggelamkan, Laut masa depan bangsa, laut kita wariskan ke anak cucu kita, tidak kita inginkan laut yang kering tak ada ikannya. cukup lebih untuk makan untuk bertata niaga olehnya, kedaulatan kita rebut dari bangsa asing. 
"Saya sudah bicara pada Duta Besar negara tetangga, tolong umumkan dinegeri saudara dimana kita akan tenggelamkan kapal ikan asing yang mencuri ikan diperairan wilayah indonesia, pemerintah bersungguh-sunguh untuk menjaga laut perairan indonesia dari kapal ikan asing" ceritanya

Mengenai alat tangkap yang  tidak ramah lingkungan, dari tahun 1980an alat tangkap yang  tidak ramah lingkungan untuk tidak boleh dipake dilaut Indonesia, di utara jawa ada jenis alat tangkap yang dimodif bernama cantrang, Kapal cantrang di utara jawa pada itu terjadi pada tahun 2005, dimana cantrang merusak lingkungan, kerugiannya mencapai 13 trilyun. 

Pengelolaan kaidah kaidah lingkungan supaya tetap ada dan banyak, yang bisa kami berikan laut yang aman dan bapak-bapaklah menjaganya, dalam hal ini Pemda harus punya kebijaksanaan.

Banyak anak ikan besar telur udang tergaruk jaring-jaring pukat Trawl, Ikan udang sementera kapal trawl menggaruk ditempat-ditempat yang dangkal, banyak anak ikan besar telur udang tergaruk jaring trawl tersebut" tegas bu Menteri

"Saya tak rela kota bagan siapi-api, yang dulu sempat terjadi pertikaian terjadi kembali, jadi saya mohon ditegakkan, kita tahu wilayahnya Semua sudah milik Gubernur, dan ini Harus dibuat Perdanya, untuk mengatur supaya tak ada konflik, nelayan berhak mendapatkan kebijakan" imbuhnya lagi 

Sumber hayati adalah laut Laut sangat penting, laut tetap perlu, dan laut masa depan kita, laut tidak boleh ditutup atau diuruk atau dikapling, mari kita semua menjaga untuk mengusir kapal asing yang yang masuk, Permen 02 laut bersih dari trawl" tutur Susi Pudjiastuti.

Perwakilan nelayan tradisional Sumut yang diwakili M Isa Basyir, Sutrisno, pane menginginkan keras bahwa pukat trawl segera dihapuskan.
"kita minta bu, bulan dua belas ini yang namanya pukat trawl harus segera dihapuskan alias yang namanya trawl tak ada yang beroperasi lagi, jika tidak! kita takutkan bakal terjadi peristiwa berdarah memerahnya laut, kita nelayan tradisional sesumerata utara sepakat menolak trawl" gebu Basyir dkk. (Ariel)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276