FGD Dibuka Wali Kota Medan, Digelar Brida

 


Medan, SHR - Bangun Kota Medan Tak Cukup dengan Infrastruktur.  Masyarakat Jadi Kunci  Merawat dan Menjaga Kota.



Pembangunan infrastruktur yang memadai, taman yang indah, penerangan jalan, dan fasilitas publik yang nyaman.


Dibutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk merawat, menjaga, serta memastikan berbagai hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Semangat inilah yang diangkat dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Partisipasi Masyarakat Membangun, Merawat, dan Menjaga Kota Medan” yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Medan, Rabu (21/10/26).

FGD yang dibuka oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Kepala Brida Kota Medan, Benny Iskandar. 

Dengan narasumber Prof, Hamdani Harahap, guru besar dan dosen tetap di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU dan Albena Boang Manalu Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-Undangan Daerah (P2D) Penindakan di Satpol PP Kota Medan. 

Hadir sebagai moderator Staf Ahli Wali Kota Medan Bidang Kemasyarakatan Adlan dan sejumlah perwakilan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan.   

Berbagai persoalan perkotaan, mulai dari vandalisme, pencurian komponen fasilitas umum, kebersihan lingkungan.

Benny menegaskan, Pemko Medan memiliki tanggung jawab besar dalam membangun infrastruktur, meningkatkan pelayanan publik.

Menurut Benny, berbagai pembangunan yang dilakukan Pemko Medan di bawah kepemimpinan Rico Waas perlu diiringi perubahan perilaku dan tumbuhnya rasa memiliki terhadap kota. 

“Apakah membangun kota cukup dengan membangun fisiknya?” menjadi pertanyaan mendasar yang disampaikan Benny.

Benny juga menyoroti masih terjadinya perusakan fasilitas umum, pencurian komponen, serta aksi vandalisme yang dapat mengurangi fungsi dan kenyamanan ruang publik. 

“Kita sudah mengetahui persoalannya, tetapi perlu merumuskan mengapa persoalan itu bisa tumbuh, bagaimana mengatasinya, " katanya.

Pengawasan oleh perangkat daerah dan aparat memiliki keterbatasan perlu diperkuat dengan kepedulian serta keterlibatan aktif masyarakat.

“Yang ingin kita bangun adalah kemitraan. Pemerintah menjalankan kewenangannya, sementara masyarakat berperan aktif menjaga dan mengawasi lingkungan serta fasilitas milik bersama,” jelasnya.

Melalui FGD ini, lanjut Benny, Brida Kota Medan berupaya menghimpun masukan dan pengalaman dari berbagai pihak untuk mengidentifikasi akar persoalan.

Diskusi diharapkan menghasilkan gagasan berbasis kajian, data, dan bukti atau evidence-based policy yang dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pemerintah.

Benny berharap, FGD ini menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali semangat bersama dalam membangun Kota Medan.

Menurutnya, pembangunan kota harus menyentuh dua aspek sekaligus, yakni pembangunan fisik dan pembangunan sosial.  

Pembangunan yang dijalankan Pemko Medan di bawah kepemimpinan Rico Waas diharapkan tidak hanya menghadirkan perubahan pada wajah kota, tetapi juga menumbuhkan budaya masyarakat. 

(Relis/BR)

Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.