Sergai | (SHR) — Sergai berdarah di KM 45–46 Jalan Umum Medan–Tebing Tinggi, tepatnya di Dusun Bakti, Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kamis pagi 5 Februari 2026 sekitar pukul 08.15 WIB. Tabrakan depan yang melibatkan satu unit mobil pick up Daihatsu dan satu unit truk tronton Mitsubishi berakhir tragis. Sopir pick up dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian perkara setelah kendaraan yang dikemudikannya oleng dan masuk ke jalur berlawanan.
Kecelakaan lalu lintas maut tersebut terjadi antara mobil pick up Daihatsu BK-8436-CT yang dikemudikan Levis Situmeang, 48 tahun, wiraswasta, warga Medan Selayang, dengan truk tronton Mitsubishi B-9106-UIS yang dikemudikan Muhammad Angga Kesuma, 22 tahun, warga Desa Sei Buluh, Teluk Mengkudu. Benturan keras terjadi di bagian depan kanan kedua kendaraan, menandakan tabrak depan dengan daya hantam tinggi.
Dari hasil keterangan awal di lokasi, pick up datang dari arah Tebing Tinggi menuju Medan. Setibanya di titik kejadian, kendaraan diduga kurang hati-hati dan kurang konsentrasi hingga oleng ke kanan dan masuk ke jalur berlawanan arah. Pada saat bersamaan, truk tronton melaju dari arah Medan menuju Tebing Tinggi. Tabrakan tidak terhindarkan. Benturan langsung menghantam sisi depan kanan kedua kendaraan.
Akibat benturan tersebut, pengemudi pick up mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sultan Sulaiman. Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan STNK kendaraan, namun SIM korban belum ditemukan di lokasi. Sementara pengemudi truk tronton dilaporkan selamat, dengan dokumen SIM BI Umum dan STNK lengkap.
Unit Gakkum Satlantas Polres Serdang Bedagai langsung turun melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti kendaraan, serta mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat karena padatnya kendaraan pagi hari. Kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan ke kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Sergai. Kerugian material ditaksir sekitar sepuluh juta rupiah.
Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan cerah pagi hari, arus lalu lintas ramai, struktur jalan lurus dan beraspal hotmix, serta jarak pandang ke depan terbuka. Faktor kelalaian dan hilangnya konsentrasi pengemudi diduga menjadi pemicu utama kecelakaan, meski penyelidikan resmi masih berjalan.
Ps. Kasi Humas Polres Sergai IPTU L. B. Manullang menyampaikan duka cita sekaligus peringatan keras kepada pengguna jalan agar tidak lengah saat berkendara. Ia menegaskan kecelakaan fatal kerap terjadi hanya karena detik kelengahan.
Pihak kepolisian menegaskan proses penyelidikan terus berjalan untuk memastikan faktor penyebab utama dan kemungkinan tindak lanjut hukum. Polres Sergai juga kembali mengingatkan masyarakat agar memastikan kondisi fisik prima, kendaraan laik jalan, serta tidak memaksakan diri mengemudi saat lelah atau kurang fokus.
Tragedi ini kembali menjadi alarm keras bahwa satu momen hilang konsentrasi di jalan raya bisa berujung maut. Keselamatan bukan sekadar slogan, tetapi disiplin yang harus dijaga setiap detik di balik kemudi.(Ceria)

0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.