Soal Bansos KPM Desa Penggalangan Boini Beri Bantahan Pada LSM PAKAR Dan Awak Media Cetak Maupun Online

 


Serdang Bedagai,(SHR)Terkait adanya pemberitaan yang telah tayang dan sempat viral di media cetak maupun online kepala desa Penggalangan Kec.Tebing Syahbandar Kab.Serdang Bedagai Boini membantah terkait bansos keluarga penerima manfaat (KPM) yang dimana diberitakan disoal dirinya.kamis,(29/02/2024) .

Sebenarnya cerita nya tidak seperti itu kali,kak karena hari ini kondisinya kita kepada desa, bapak Caleg, bapak posisi nya memang, banyak pro kontra di lapangan. Kalau model karakter saya berusaha yang baiknya untuk membela masyarakat. Tapi sekarang kan posisinya berada lawan politik tetap buat menjatuhkan seseorang itu pasti ada kan. Itu hanya fitnah saja kak.

Suami saya tidak ada pasang badan, kebetulan hari itu saya tidak ada di tempat,dan saya dibilang diruang itu saya tidak ada. Pada saat orang ibu Pandiangan datang mereka memang sudah bentrok di depan karena ramai, seolah-olah yang namanya masyarakat ada yang sebagian duduk gitu jadi berargumen lah mereka. Saya pun melihat video-video yang di share itu marah-marah seperti pasangan badan gitu, padahal tidak ada. tapi kalau mengatakan LSM Pakar tidak ada apa-apanya sepertinya tidak ada. Bisa saya menjamin itu saya tidak ada Sampaikan, saya yakin ini pasti ada provokasi yang tidak senang. Tapi ya sudahlah lah mungkin memang ini tantangan kami sebagai kades kak.

ibu Pandiangan sempat mendinginkan juga, dia bilang jangan lah seperti itu ngomong nya. Kan di tanyakan kalian dapat Datanya dari mana? Dari kantor POS ya udah datang ke kantor POS itu. Dari video penjelasan ada yang mengatakan dari LSM yang ku dapat,itu saya rasa seperti melaga kami. Tapi ya sudahlah bagaimanapun tetap warga saya juga benar pun kita belum tentu baik juga diterima orang lain, yakan kak.

terus saya bilang lah Minta ajalah dari LSM Pakar. Mungkin karena warga banyak, jadi Nada suara saya seperti marah. Kata Hasbullah saat di konfirmasi.

Tapi yakin lah, bukan saya membela diri saya tidak. saya saat itu berada di DPC PDI , dan KPU karena ada undangan dari Bawaslu, kan ada juga yang melaporkan ke Bawaslu terkait masalah ini, untuk klarifikasi disana Kata suami .

Tapi karakter saya, karakter istri saya orang yang tak sampai hati pada masyarakat, tapi situasi inikan situasi politik. Kebetulan saya mencaleg dan istri saya kepada desa, jadi segala sesuatu ada bantuan,di anggap masyarakat ini pasti di salah gunakan. Hal itu kan wajar aja saya bilang  tapi faktanya kita penyayang pada masyarakat.

Kalau untuk masyarakat saya sudah kumpulkan, ada Kepala Dusun, BPD ,LKMD dan ada beberapa masyarakat, ada Bhabinkamtibmas, Babinsa kita menyampaikan juga ke mereka, mereka perpanjangan tangan masyarakat kalau ada Isu-isu ini kalian menjelaskan jangan langsung kita lawani enggak, tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan. 

Kalau untuk pak camat mengatakan selesaikan lah, pak camat tetap kontak pada kita untuk diselesaikan agar desa nya baik dan masyarakat juga nyaman. Terang Bioni pada Media.

Kalau kita cukup lah mereka yang sampaikan yang katanya di video tidak ada terima beres sudah diambil mereka sebagai dan sudah kita himbau juga kemaren dan hari ini. 

Untuk terkait pengambilan beras 180 itu berdasarkan kemarin ada masyarakat yang sakit, ada orangnya tua, ada penyampaian permohonan masyarakat untuk ngambil nya di kantor desa. Kami juga bermohon di kantor POS dan pihak kantor POS menyetujui itu. Jarak kantor POS ke desa 13-15 kiloan. 699 KK itu di salurkan hanya 180 itu kita ambil di tanggal 6 februari 2024 sore, tanggal 7 kita dapat kabar dari kantor POS bahwa penyaluran di hentikan, karena menjelang pemilu, nanti di salurkan pada tanggal 15 Februari 2024. 

kalau untuk tanggal 15 kan masih lagi repot-repot nya pemilu, jadi kita tidak tau ,ada juga sebagian yang tau karena pemilu. kotak pemilu pun masih penuh. Kalau soal setelah keributan baru diberikan ke warga saya tidak di tempat pada saat itu saya kira waktunya tidak tepat saya membagikan, mungkin itu miskomunikasi saja. 

Saya berharap agar sekiranya masyarakat dapat bekerjasama dengan baik atau kita saling mengingatkan dan tegur sapa jika ada hal ataupun permasalahan baiknya di bicarakan terlebih dahulu agar tidak menjadi fitnah. Sayapun meminta maaf jika ada salah kata dan ucapan yang saya sampaikan sebab saya hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Hasbullah dan Boini mengakhiri.

(Tim)

Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.