Food Estate di Humbahas

 



Humbahas(SHR) Beberapa pakar pertanian di Unika St Thomas Medan sangat tertarik membahas food estate yang lagi disorot gagal oleh Paslon no 1 dan no 3. Paslon no 2 kukuh membela kebijakan itu. Beberapa dosen itu ant lain Dr Ir Nurdin Sitohang, Apul MSi beberapa kali meninjau ke food estate di Humbahas dan melihat keberhasilannya sekaligus mengkaji masalahnya. Kentang var Atlanta's yang saya saksikan cukup berhasil namun karena high cost terpaksa dikaji ulang kata dosen agrotek tersebut. Apa yang kita dapat dari diskusi itu adalah adanya kesungguhan Pemerintah untuk meraih swasembada pangan pasca covid. Khusus food estate Humbahas betapa kagumnya kita ribuan ha lahan hamparan lalang yang tidak produktif menjadi areal tanaman pangan jagung,kentang, sayur mayur dsb. Disana ada penerapan teknologi dan pemberdayaan petani yang pantas jadi demfarm yang cukup bagus sebagai percontohan di daerah lain. 

Namun kita tidak menutup mata masih perlu diatasi masalah2 prapanen,pasca panen hingga pemasarannya karena prinsip learning by doing lazim terjadi di bidang pertanian. Artinya tidak sekali jadi. Belajar-berbuat begitu seterusnya. Perlu pematangan struktur dan tekstur lahan dari satu petanaman ke pertanaman berikutnya. Perlu adopsi teknik dan teknologi pertanian ke petani secara gradual serta membangun rantai pemasaran yang mapan antara produsen ke konsumen. Ini pekerjaan bukan sekali jadi  Untuk kasus Humbahas keliru benar bila dikatakan food estate itu dikatakan gagal apalagi disebut perambahan hutan. 

Tahun delapan puluhan dishut mencoba penghijauan kembali ilalang tersebut tetapi rakyat demonstrasi menolaknya. Reboisasi itupun gagal Sekarang rakyat menerima food estate karena menyangkut tanaman yang mereka sukai. Para pakar tentu tidak menutup mata akan masalah tersebut dan mengharapkan pelibatan perguruan tinggi sungguh menjadi harapan mereka untuk perbaikan kedepan.  Yang jelas food estate adalah kegiatan ekstensifikasi yang mutlak di negara ini untuk mengimbangi alih fungsi lahan untuk perumahan,industri serta infrastruktur yang mutlak pula tersedia. Masalah pertanian di dunia cukup konpleks termasuk di negara kita namun kata gagal harus diharamkan sambil kita kaji hal menyeluruh  lainnya seperti diversifikasi pangan, pengurangan kebutuhan karbohidrat dari beras,pemb pertanian yang sustainable. PraGrip dari debat itu konsisten melanjutkan dan menyempurnakan food estate tersebut.(Tim)

Share on Google Plus

About swarahatirakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.