Dibalik Kehebatan Dan Keberhasilan Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto Hasil Perjuangan Seorang Ibu



Medan, (SHR) Dibalik kehebatan dan keberhasilan seorang anak merupakan hasil dari perjuang hebat seorang ibu karena Ibunda tercinta adalah seorang wanita yang begitu perkasa, tegar, sekaligus mencintai anaknya.
“Karena ibulah kita hadir di dunia ini. Tentu saja, hal ini membuat Ibu menjadi pahlawan sejati dalam hidup kita,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, SH., M.H.
Tidak cukup sampai disitu saja, kata orang nomor satu di Polda Sumut ini, Ibu juga bersedia mengorbankan segala sesuatunya hanya untukmu, anaknya.
Pria dengan bintang dua dipundaknya ini mengaku takut apabila Ibunya meminta air susu yang sudah terisap dan meresap ke tubuhnya meminta itu dikembalikan.
“Coba bayangkan kalau hal itu terjadi? Apa kita bisa membalasnya? Dari hal kecil seperti itu saja kita tidak bisa membalasnya. Apalagi kalau beliau (Ibu) membicarakan dan meminta ganti semua materi dan waktu yang ia sisihkan buat kita?,” ujar Irjen Pol Agus Andrianto.
“Saya hanya takut kalau diminta balikkan air susu yang sudah terisap dan meresap ke badan saya Dinda. Gimana saya balikinnya?,” katanya.
Maka dari itu, dirinya sangat menghargai dan hormat kepada sang Ibu. Meskipun, akunya, pihaknya tidak sempat berbuat banyak kebaikan kepada Ibunya karena sekarang sudah tiada.
“Ibu saya orang yang kuat, tegar dan sangat memperhatikan kami sebagai anaknya. Beliau meninggal saat berusia 58 tahun,”ujar anak ke 12 dari 15 bersaudara ini.
Mantan Wakapolda Sumut ini yang juga anak dari Almarhumah Soedaryati ini mengaku sangat suka apabila Ibunya memasak makanan untuk di makan oleh anak-anaknya, termasuk untuk dirinya.
“Jadi yang saya ingat sampai sekarang itu, apapun yang di masak oleh ibu, kami selalu menyukainya. Pernah saya mencoba membeli makanan yang dimasak oleh almarhumah, meskipun sama, tapi rasanya berbeda,” ujarnya.
Penyesalan yang sangat mendalam di diri pria yang diberikan nama Agus Andrianto oleh wanita hebat yang diketahui bernama Soedaryati yang merupakan ibu kandungnya, adalah tidak sempat membuat ibu bahagia.
“Itu penyesalan saya yang sangat mendalam. Hanya saja kebanggaan saya adalah saat pemakaman ibu saya. Yang manggul jenazah almarhumah ibu saya adalah senior-senior saya di AKABRI Kepolisian waktu itu. Saat beliau meninggal, pangkat saya masih Kopral Taruna. (ceria)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276