Divisi Humas Polri Gelar Acara Literasi Media, dan Edukasi Berbicara Baik Dan Bijak




Medan, (SHR) bDivisi Humas Polri bersama Polda Sumut menggelar acara literasi dan edukasi berbicara baik dan bijak bermedia sosial khususnya diwilayah Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan di hotel Emerald Garden Ballroom 2, Jalan Putri Hijau Medan. Selasa (23/10/2018) sekira pukul 10.00 Wib.

Hadir dalam acara tersebut, pembicara Prof Dr Ibrahim Gultom (Guru Besar Universitas Negeri Medan), Kombes Pol Drs Sri Suarni (Div humas Polri), Kombes Pol Heru Yulianto (Div humas Mabes Polri), Syurahbil (pengiat dan pemerhati medsos), Kompol Lukmin (Kanit 3 Subdit II Cybercrime Polda Sumut) dan perwakilan kepala dinas Kominfo Provsu.

Dalam sambutannya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja yang dibacakan oleh AKBP Fatma Nasution mengatakan bahwa informasi dan teknologi telah berkembang dengan sangat pesat, lebih dari 129 juta rakyat Indonesia aktif dalam bermedia Sosial, setidaknya 3,5 jam perhari masyarakat mengakses internet dan media sosial.

AKBP Fatma menyebutkan, media sosial dapat memberikan dampak positif dan negatif. Namun bila digunakan dengan tidak bijak, menyebarkan ujaran kebencian, sara dan hal negatif lainya yang bersifat hoax, dapat mengakibatkan perpecahan bangsa ini.

AKBP Fatma menambahkan, saat ini masyarakat banyak yang disajikan berita hoax,  yang disebarkan secara masif.

"Untuk menangkis semua itu, pihak Polda Sumut telah membentuk team cybercrime yang berpatroli di dunia maya, jadi sangat diharapkan agar masyarakat bisa dengan bijak bermedia sosial sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain atau diri sendiri", ucap Fatma.

Selanjutnya Kepala Divisi humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto yang dibacakan oleh Kombes Pol Heru Yulianto mengatakan bahwa perkembangan informasi dan teknologi dan komunikasi berkembang pesat.

Informasi yang memanfaatkan internet ini dapat memberikan dampak negatif bila para pengguna media sosial terjebak dalam berita hoax yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat dan penyalah gunaan media sosial dapat berujung pada sangsi hukum.

“Bermedia sosial dapat menimbulkan dampak positif dan negatif di dalam masyarakat, penyalah gunaan media sosial dapat berujung pada sangsi hukum bila digunakan dengan cara yang tidak baik", ujar Kombes Heru Yulianto.

Lebih jauh Heru mengatakan,  bahwa masyarakat Indonesia yang mengakses media sosial YouTube sebesar 43%, FB 41%, instagram maupun WhatsApp dan media sosial lainnya.

“Apabila digunakan dengan hal positif medsos bisa sebagai sarana penambah ilmu pengetahuan dan wawasan, ilmu pengetahuan, sehingga  terbangunya sistim teknologi, kemudahan informasi dan komunikasi, kemudahan dalam berbisnis, dapat juga memperbanyak ide dan mempermudah diskusi walau dalam jarak jauh dan tidak saling bertemu", kata Kombes Heru.


Namun, jelas Kombes Heru. internet dan media Sosial juga dapat memberikan dampak yang negatif, contoh nya seperti perasaan ketergantungan, terjadinya kejahatan cyber, terjadi porno grafis, nilai budaya yang turun serta kurangnya sifat sosial di dalam bermasyarakat”, imbuh Kombes Heru Yulianto.

"Dengan diadakannya acara ini masyarakat diajak untuk bijak dalam bermedia sosial, selalu melakukan cek and ricek bila menerima informasi yang belum dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, dan  jangan mudah percaya terhadap berita yang baru diterima dan tak segan untuk bertanya kepada orang yang berkompeten tentang masalah yang ada di media sosial apalagi sebentar lagi kita akan memasuki pesta demokrasi Pileg dan Pilpres agar jangan menyebarkan berita berbau sara dan berita bohong lainya. Intinya tercipta Pilpres damai 2019 dan tolak berita hoax", tandas Kombes Heru.

Pantauan dilokasi, turut hadir dalam acara tersebut sejumlah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Medan, unsur pemerintah dan para wartawan media online.(ceria)
Share on Google Plus

About Swara Hati Rakyat

Media Online
www.SwaraHatiRakyat.Com
"Menyuarakan Hati untuk Kebenaran"
Telp.Redaksi : 0813-9764-0276